Steve Ballmer memiliki kekayaan sebesar $ 34,2 Miliyar dan masuk ke dalam jajaran 10 orang terkaya menurut Forbes. Steve Ballmer adalah mantan CEO Microsoft yang bereputasi tinggi. Steve memimpin Microsoft dari tahun 2000 sampai 2014.

Kini, pria lulusan Harvar University ini menjadi pemilik NBA Los Angeles Clippers saat ini. Dia membeli Clippers seharga $ 2 miliar pada tahun yang sama saat dia mengundurkan diri sebagai chief executive Microsoft.

Ballmer keluar dari program MBA Stanford untuk bergabung dengan Microsoft sebagai karyawan nomor 30 pada tahun 1980. Sebagai peserta utama dalam munculnya komputasi, dia juga telah berinvestasi dalam inovasi teknologi modern.

 

Steve Ballmer, Mantan CEO Microsoft yang Kini Jadi Pemilik NBA Los Angeles Clippers

 

Setelah Steve Ballmer pensiun dari karirnya selama 34 tahun di Microsoft pada tahun 2014, termasuk 14 tahun sebagai CEO-nya, dia merasa sangat tersesat sehingga menghabiskan waktu berminggu-minggu di rumah untuk mengobrol dengan Netflix.

Ketika Ballmer meninggalkan Microsoft, dia menjadi seorang fanatik golf, menghabiskan hampir setiap menit untuk bermain.

Sepak Terjang Steve di Microsoft

Steve Ballmer bergabung dengan Microsoft pada Juni 1980 dan menggantikan Bill Gates sebagai CEO. Steve Ballmer menjadi karyawan terlama yang bekerja dengan Microsoft setelah Bill Gates.

Steve pernah mengepalai berbagai divisi di Microsoft termasuk “Operating Systems Development”, “Operations”, dan “Sales and Support”.

Pada bulan Juli 1998, ia dipromosikan sebagai Presiden Microsoft. Pada Januari 2000, ia resmi menjabat sebagai CEO.

Seiring dengan selama masa jabatannya, Microsof mengalami banyak peningkatan. Steve banyak membantu Microsoft untuk tumbuh menjadi salah satu perusahaan paling menguntungkan dalam sejarah Amerika Serikat (AS).

Di bawah kepemimpinan Steve, Microsoft merilis serangkaian produk baru. Salah satunya memasuki pasar mesin pencari pada 2009 dengan merilis Bing dan tablet Microsoft Surface. Ia juga mengakuisisi pesan singkat Skype senilai US$8,5 miliar atau setara Rp113 trilliun.

Tahun 2003, Steve menjual 8,3 persen sahamnya atas Microsoft, sehingga hanya memiliki 4 persen saham perusahaan tersebut. pada tahun yang sama, Steve mengubah program kebijakan opsi saham karyawan.

Dia menjadi orang pertama dalam sejarah yang menjadi miliarder dari Microsoft stock options. Berdasarkan laporan Investopedia pada 5 Oktober 2016, Steve Ballmer memiliki 4 persen saham di Microsoft, menjadikannya sebagai pemegang saham individual terbesar di perusahaan.

Berdasarkan peringkat The World’s Billionaires 2017, yang dirilis Forbes, Steve menduduki posisi ke-21 orang terkaya di dunia degan total kekayaan US$30 miliar, setara dengan Rp399 trilliun.

Sedangkan menurut catatan realtime net worth Forbes, kekayan bersih Steve Ballmer mencapai US$31,1 Miliar dan Microsoft adalah sumber kekayaan terbesarnya.

 

 

Pensiunan Microsoft yang Paling Bahagia di Dunia

Steve Ballmer, mantan CEO Microsoft dan pemilik Los Angeles Clippers, mungkin adalah pensiunan paling bahagia di bidang teknologi, atau bahkan dunia. Steve beralasan keluar dari Microsoft adalah untuk lebih fokus pada tim basket profesional National Basketball Association (NBA), Los Angeles Clippers pada Mei 2014.

Dia bertemu dengan Bill Gates di perguruan tinggi dan bergabung dengan Microsoft sebagai karyawan ke-30. Sekarang dia menjalani kehidupan yang patut ditiru (dan pantas) yang dipenuhi bangun pagi, golf, yoga, permainan olahraga, filantropi, meditasi, dan jalan-jalan bersama istrinya.

Awalnya, Ballmer berusaha tetap sibuk seperti saat menjabat CEO Microsoft. Sekarang dia menemukan kecepatan yang lebih lambat lebih baik.

Ballmer membeli LA Clippers pada tahun 2014 setelah Donald Sterling dipaksa untuk melepaskan tim setelah merilis rekaman rasis. Ballmer juga terlibat dalam filantropi dengan istrinya, Connie, dan mereka meluncurkan USAFacts.org, sebuah inisiatif yang menunjukkan bagaimana pemerintah menghabiskan uang untuk tingkat lokal, negara bagian, dan federal.

Ballmer mengaku saat pension hal yang paling membahagiakannya adalah bisa mengendalikan waktu untuk dirinya sendiri. Ia sempat merasa cemas ketika akan menghadapi pension karena masih belum pasti dengan apa yang akan ia hadapi.

Akan tetapi, setelah keluar dari Microsoft ia merasakan dirinya semakin bebas mengendalikan waktu, sehingga ia bebas memilih apapun yang ingin dia lakukan.

Ia bisa bersenang-senang, bermain golf, melakukan yoga, dan juga bekerja di Clippers. Clippers baginya kini merupakan investasi waktu yang serius. Ia menjadikan Clippers sebagai pekerjaan yang menyenangkan.

Di samping itu, di sela-sela waktunya yang panjang, Steve mengerjakan sebuah proyek yang disebut USA Facts, yang merupakan proyek untuk mengumpulkan nomor pemerintah dalam semacam format 10K seperti untuk mencoba memberikan integrasi data pemerintah dan transparansi yang lebih baik.

Memiliki Saham Twitter

Suami dari Connie Snyder ini kembali menjadi pusat perhatian pada Oktober 2015 dengan mengumumkan pembelian 4 persen saham Twitter. Kepemilikan saham tersebut membuatnya menjadi pemegang saham terbesar di situs Microblogging tersebut.

Pada konferensi pers di Los Angeles awal tahun 2017, Steve Ballmer memutuskan tidak ingin menjadi investor di bidang teknologi, ia memutuskan beralih ke bidang lainnya. Ia pun menjual sebagian sahamnya di Twitter.

Dia memilih fokus untuk mengembangkan tim basket NBA-nya LA Clippers, menjalankan organisasi filantropisnya dengan istrinya The Ballmer Grup, dan hanya ingin bermain golf.

 

baca juga

Sergey Brin

 

900 Pebisnis Start Up Bisnis Digital Di Dalam Dan Luar Negri

 

 

Untuk diketahui, keputusan Steve berhenti menjadi investor di bidang teknologi terutama Twitter dipengaruhi juga oleh pertumbuhan pengguna Twitter dan internet yang nampak stagnan, sekaligus gejolak internal Twitter mempengaruhi kedudukan sahamnya di Wall Street.

Meskipun begitu, Steve Ballmer tidak menyalahkan kinerja Twitter yang buruk. Keputusannya investasi ke Twiitter disebutnya sebagai keputusan yang ajaib.

You May Also Like