Selain fintech, startup dengan kategori kesehatan juga diprediksi akan menjadi tren baru pada tahun 2019. Hal ini sempat disampaikan oleh Willson Cuaca selaku Managing Partner di East Ventures disela-sela konferensi tahunan ‘GoStartupIndonesia Scale Con 2018’ di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada tahun 2018 lalu.
Apa yang disampaikan Wilson Cuaca sepertinya memang benar terjadi, mengingat startup-startup Indonesia yang bergerak di ranah kesehatan saat ini mulai unjuk gigi. Salah satunya yaitu Alodokter, startup kesehatan yang menduduki peringkat 10 besar startup terbaik di Indonesia versi Startupranking per Januari 2019, berikut ulasan selengkapnya:

Alodokter

Alodokter adalah startup kesehatan terbesar di Indonesia yang menawarkan tiga layanan utama seperti konsultasi medis secara online, pemesanan rumah sakit, dan juga informasi-informasi tentang obat-obatan dan kesehatan yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja.
Sampai saat ini, Alodokter telah menggandeng 14.000 dokter dari seluruh Indonesia, jumlah ini melonjak drastis dari tahun lalu yang hanya bekerja sama dengan sekitar 350 dokter.
Nathanael Faibis selaku pendiri Alodokter sempat menyampaikan bahwa para dokter yang tergabung dalam startup-nya itu bisa menjawab sampai 1.000 pertanyaan dari masyarakat setiap harinya.
Klaim ini merupakan bukti bahwa Alodokter berhasil menangkap kebutuhan pasar dan menyediakannya dengan sangat baik.
Atas semua pencapainnya tersebut, hingga kini Alodokter telah berhasil meraih pendanaan mencapai 12 juta USD dari modal ventura dan juga Softbank yang kemudian digunakan untuk mengembangkan teknologi dan layanan mereka.
 
 
Alodokter sendiri pertama kali didirikan yaitu pada tahun 2014, dan tidak membutuhkan waktu lama sampai bisa berkembang seperti sekarang.
Dengan berbekal pengalamannya sebagai seorang pengelola online shop, Nathanael kemudian mengembangkan idenya untuk mendirikan suatu platform dimana segala sesuatu yang diperlukan masyarakat terkait kesehatan bisa diakses melalui satu aplikasi.
Apa yang ditawarkan Alodokter tidak melulu soal kemudahan akses, tapi semua informasi yang tersedia dalam konten-konten mereka selalu terjamin akurasinya, karena semua informasi yang tersedia diawasi langsung oleh tim dokter yang tergabung dalam Alodokter.
Selain itu, Nathanael juga mengatakan bahwa Alodokter telah meluncurkan produk baru berupa asuransi kesehatan atas kerjasamanya dengan perusahaan asuransi AXA, produk ini dinamakan Alodokter Proteksi.
“Kami luncurkan produk ini untuk membuat aplikasi kesehatan dimana masyarakat bisa sepenuhnya menjaga kesehatan mereka dengan satu aplikasi,” jelas Nathanael, seperti dilansir melalui Kontan.
 
 
Startup di bidang kesehatan diprediksi akan menjadi tren bisnis baru pada tahun 2019 ini. Beberapa startup kesehatan di Indonesia diketahui mulai mengalami perkembangan pesat sejak beberapa tahun terakhir, dan sepertinya tahun ini akan menjadi puncaknya.
Salah satu startup kesehatan terbaik yang memiliki layanan seputar solusi kesehatan paling menarik adalah Halodoc, yang hingga kini telah bekerja sama dengan sekitar 500 rumah sakit dan 1.000 apotik yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Berikut ulasan selengkapnya:

Halodoc

Penetrasi akses internet melalui perangkat smartphone kian hari kian meningkat pesat, tapi sayangnya pertumbuhan itu tidak terjadi di segala aspek, khususnya akses kesehatan. Hal ini lah yang berhasil diatasi oleh Jonathan Sudharta melalui perusahaan rintisannya yaitu Halodoc.
Melalui platform kesehatan ini, masyarakat di seluruh pelosok Indonesia bisa mendapatkan akses kesehatan yang lebih mudah dari sebelumnya.
 
 
“Sejak awal misi kami itu agar masyarakat bisa punya akses kesehatan. Yang tadinya jauh dari RS bisa dapat akses. Bahkan konsultasi kami kasih gratis. We break the limit,” ungkap Chief Product Officer Halodoc Alfonsius Timboel, seperti dilansir melalui Kumparan.
Melalui aplikasi Halodoc yang bisa diunduh melalui google playstore, masyarakat bisa melakukan konsultasi langsung dengan dokter, menghubungi layanan kesehatan terdekat, dan setiap pengguna dimungkinkan untuk melakukan video call langsung dengan dokter.
Hingga saat ini, Halodoc telah menggandeng 20 ribu dokter dari berbagai daerah di Indonesia dan juga bekerja sama dengan sekitar 1.400 rumah sakit. Jonathan sempat mengungkapkan bahwa akses kesehatan yang disediakan Halodoc telah dijangkau oleh dua juta pengguna setiap bulannya, dimana setengahnya berasal dari luar pulau Jawa, angka ini mengalami peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya.
Jonathan mengklaim bahwa platform-nya juga mengalami peningkatan sejak dua tahun terakhir. Dengan semua pencapaian tersebut, Halodoc akhirnya berhasil menarik minat para investor, salah satunya adalah pendanaan dari modal ventura yang dikelola UOB Venture Management, dari situ Halodoc berhasil meraih pendanaan seri B sebesar USD 65 juta atau setara 920 miliar rupiah.
Jonathan juga menuturkan, pendanaan tersebut akan dia gunakan untuk mengembangkan layanan Halodoc serta untuk lebih memperluas jangkauan akses kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
“Investasi dan kerja sama strategis ini memungkinkan kami untuk mempercepat upaya dalam pembangunan platform digital yang dapat meningkatkan akses dan kenyamanan bagi jutaan pengguna di Indonesia,” ungkap Jonathan, seperti dilansir melalui katadata.
 
 
 

KlikDokter

Akses layanan kesehatan melalui platform digital yang ditawarkan startup-startup di Indonesia kian menjamur, tetapi KlikDokter tetap optimis untuk terus mengembangkan layanannya di tengah-tengah persaingan yang semakin sengit ini.
KlikDokter sendiri merupakan salah satu startup kesehatan pertama di Indonesia yang sudah didirikan sejak tahun 2008 silam, dengan mengandalkan fitur unggulannya berupa fasilitas telemedik, KlikDokter bisa terus bertahan hingga sekarang. Berikut ulasan selengkapnya:
 

 
Sejak awal berdiri, KlikDokter selalu konsisten menyediakan berbagai informasi tentang kesehatan melalui portal website-nya. Andreas Santoso selaku founder KlikDokter sendiri mengungkapkan bahwa hal ini merupakan tujuan utama KlikDokter didirikan,
dirinya menyatakan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian untuk menyebarkan informasi tentang kesehatan secara lebih mendalam, maka dari itu Andreas dan juga tim KlikDokter selalu konsisten untuk memberikan layanan informasi kesehatan.
Menariknya lagi, Andreas juga menyatakan bahwa dia tidak begitu mementingkan keuntungan atau profit dalam upaya pengembangan bisnisnya, KlikDokter adalah murni sebagai bentuk kontribusinya untuk masyarakat Indonesia.
Kendati demikian, situs KlikDokter sendiri memiliki sekitar 2 juta unique visitor dan 160 ribu pengunjung setiap harinya.
Lalu seperti apa layanan unggulan yang ditawarkan KlikDokter? Seperti yang sudah dijelaskan diawal bahwa KlikDokter memiliki fasilitas telemedik, fasilitas ini memungkinkan pengguna untuk lebih mudah berinteraksi dengan dokter secara langsung melalui live chat dan e-consultation, hal ini lah yang kemudian banyak ditiru oleh startup kesehatan lainnya.
Tetapi Andreas juga sempat mengatakan bahwa KlikDokter akan terus mengembangkan model bisnisnya agar tak mudah ditiru pemain lain.
“Kami adalah pionir dan menjadi tolak ukur (dalam layanan healthcare digital), karena layanan yang kami miliki mulai diikuti pemain lain. Kami ingin layanan kami tidak mudah ditiru,” ungkap Andreas seperti dilansir melalui Liputan6.
KlikDokter baru meluncurkan aplikasi mobile-nya 7 tahun setelah didirkan, yaitu pada tahun 2015. Bukan tanpa alasan KlikDokter baru mengusung aplikasi mobile setelah cukup lama beroperasi, pasalnya, Andreas menilai bahwa pengembangan aplikasi seharusnya dilakukan ketika konsep sudah benar-benar matang dan ekosistem teknologi di Indonesia sudah cukup mendukung untuk penggunaan via mobile.
Untuk kedepannya, Andreas berharap agar layanan KlikDokter bisa lebih diterima oleh semua kalangan, karena menurutnya layanan kesehatan digital bukan melulu soal teknologi, melainkan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami akan terus menambah fitur baru, berinteraksi dengan mereka dan melihat kebutuhan apa yang diinginkan,” ungkap Andreas.
 
 

Medi-Call

Di Indonesia terdapat puluhan startup berbasis digital yang bergerak di bidang kesehatan, dimana 5 diantaranya dianggap sebagai startup kesehatan yang mampu memberikan pelayanan serta informasi terbaik di kelasnya.
Setelah sebelumnya kita sempat membahas tentang dua startup terbesar, yaitu Alodokter dan Halodoc, kali ini kita akan membahas sedikit tentang Medi-Call, kira-kira apa saja yang ditawarkan platform ini? Langsung saja kita simak penjelasannya di bawah ini:

 
Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2016 lalu, startup kesehatan ini telah berhasil memberikan kontribusi untuk masyarakat dalam bidang layanan kesehatan On Demand seperti home visit dokter, home care, dan lain sejenisnya.
Kemunculan Medi-Call yang didirikan oleh Dr. Gideon Hartono ini turut mendapat apresiasi hangat dari Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang menjabat pada periode 2015-2018 Dr. Daeng M Faqih.
“Medi-Call ini bukan fasilitas kesehatan, ini bukan alat kesehatan; tetapi alat bantu untuk mempermudah masyarakat atau rakyat mengakses ke pelayanan. Tetapi dari sekian aplikasi yang diluncurkan, memang aplikasi ini satu-satunya yang agak berbeda.
Karena apa? Kalau aplikasi yang lain itu menawarkan konsultasi online, tetapi Medi-Call nampaknya bukan. Aplikasi unik ini mempercepat hubungan antara dokter dan pasien, lalu kemudian dokternya datang ke rumah pasien. Kalau istilahnya itu semacam home visit dokter.” ujarnya, seperti dilansir melalui official blog Medi-Call.
Per tahun 2018, Medi-Call telah menghubungkan pasien-pasien di berbagai daerah dengan 387 dokter, 379 perawat, 480 bidan, serta 30 fisioterapis. Dari total pasien yang telah menggunakan layanan kesehatan lewat Medi-Call totalnya sudah lebih dari 5.000 pengguna, yang sebagian besarnya berasal dari wilayah Bali.
 
baca juga
900 Pebisnis Start Up Bisnis Digital Di Dalam Dan Luar Negri
Start Up Habibi Garden Raih Penghargaan di MWC 2019
Bisnis Start Up Porter Id
 
 
Medi-Call juga telah memperluas jangkauan layanannya ke 16 kota besar di Indonesia, dari yang sebelumnya hanya beroperasi di daerah Bali. Kota-kota tersebut antara lain adalah Semarang, Balikpapan, Palembang, Medan, Bandung, serta Jabodetabek. Ekspansi ini juga turut didukung oleh perusahaan yang berafiliasi dengan Medi-Call, yaitu Apotek K24.
Beberapa keunggulan yang dimiliki Medi-Call adalah ketersediaan layanan kunjungan dokter selama 24 jam setiap harinya, selain itu, pengguna tak perlu khawatir soal kredibilitas tenaga medisnya karena setiap tenaga medis yang tergabung dengan layanan Medi-Call sudah memiliki jam terbang yang cukup serta memiliki STR dan SIP aktif di region operasionalnya masing-masing, hal ini berlaku baik untuk tenaga perawat, dokter, ataupun bidan.

You May Also Like