SpaceX merupakan satu-satunya perusahaan independen.
Sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang bisnis luar angkasa.
Tanpa ada campur tangan dengan  negara atau pihak manapun.
SpaceX memiliki visi membuat transportasi luar angkasa menjadi umum.
Untuk digunakan oleh kalangan manusia.
 
SpaceX  berusaha menciptakan semua komponen roket sendiri.
Artinya tidak menyuplai dari perusahaan lain.
Sehingga dapat menciptakan roket dengan anggaran biaya lebih murah.
Dibandingkan dengan roket buatan kompetitornya.
 

Strategi Bisnis Pembaharuan Roket

 
SpaceX akan melakukan pembaharuan desain roket masa depan.
Big Falcon Rocket sebuah roket modern.
Percobaan ini akan menyertakan penumpang pertama BFR.
Perjalanan pertama yang dituju adalah ke Bulan.
 
Kemampuan roket SpaceX juga telah ditransformasikan lebih canggih.
BFR nantinya membawa sampai 100 ton muatan ke Mars.
Setelah itu roket akan diisi ulang untuk meluncur ke orbit.
Pengisian tersebut akan memanfaatkan pesawat tanker antariksa.
Akan disimulasikan mesin sampai berhasil mendarat ke permukaan Mars.
 
 
 
 

SpaceX bermula dari StartUp Moonshot

 
Berdasarkan laporan CB Insights dan Equidate ditingkat internasional.
Perusahaan SpaceX masih dibawah platform konten dan berita China Toutiao.
Bersaing erat dengan China Uber DiDi Chuxing dengan nilai 56 Miliar USD.
 
Baru-baru ini SpaceX ditempatkan berada diatas Airbnb.
Serta dinilai merupakan perusahaan swasta menempati posisi kedua di Amerika Serikat.
Tetapi baik SpaceX maupun Airbnb masih kalah dengan Uber.
Uber direncanakan akan melakukan IPO paling besar ditahun 2019.
Dengn nilai saham mencapai 72 Miliar USD.
Selama satu dekade terakhir, SpaceX telah mengalami perkembang signifikan.
Benar saja, karena dimulai dari startup moonshot.
Kini menjadi penyedia peluncuran roket tersibuk dunia.
Kesuksesan ini karena misi orbital SpaceX mengembangkan perusahaan satelit komersial.
Yang dimanfaatkan oleh militer AS dan NASA.

Investor Space X

 
SpaceX  memiliki beberapa investor ternama yang terlibat.
Menurut laporan Wall Street Journal.
Investor SpaceX yang turut serta salah satunya Baillie Gifford & Co.
Merupakan perusahaan berkedukan di Inggris.
Selain itu juga pemegang saham utama dalam perusahaan mobil listrik.
Dengan pendiri yang sama yakni Elon Musk di Tesla (TSLA).
 
Strategi investasi SpaceX diketahui menelan nominal besar.
Pada tahun 2018 adalah putaran pendanaan di Seri Pertama.
Nominal dana yang terkumpulkan mencapai 350 juta USD.
Perusahaan menjual sahamnya seharga 169 USD per lembar.
 
Sedangkan berdasarkan arsip publik saham SpaceX kini lebih mahal.
Dengan pertumbuhan 10%  setara 186 USD per lembar.
Namun, pendirian SpaceX tidak terlepas dari hutang perusahaan.
Untuk mencukupi proyeknya perusahaan meminjam 250 juta USD.
Yang diambil tahun lalu sebagai pinjaman pertamanya.
 
 

Big Falcon Rocket

 
BFR adalah fokus utama rencana SpaceX.
Dalam rangka mengirimkan manusia ke Mars dan Bulan.
Melalui roket raksasa dengan ketinggian mencapai 387 kaki.
Setara dengan ketinggian gedung 40 lantai.
 
BFR juga didukung 31 mesin utama raptor.
Secara keseluruhan merupakan kombinasi.
Perpaduan kapal luar angkasa dengan kargo besar dan pendorong roket raksasa.
Kemampuan penampungan mencapai 100 penumpang.
 
Sebelumnya, CEO SpaceX meluncurkan detail beton pertama.
Yakni desain BFR  ditahun 2016 dalam pertemuan Kongres Astronomi Internasional.
Melalu presentasi pembaharuan desain saat pertemuan tersebut.
Namun, saat ini rincian BFR mengalami perubahan.
 
Perusahaan memanfaatkan forum untuk mempublikasikan bisnis pengetahuannya.
BFR memiliki enam buah mesin yang menempel di roket raksasa.
Selain itu disediakan juga ruangan untuk kargo pada bagian bawah.
 
Perusahaan memperkirakan pengembangan roket ini memakan biaya besar.
Lebih tepatnya menelan pendanaan hingga 5 miliar dollar.
 
Strategi perusahaan memperkirakan BFR akan didanai SpaceX sepenuhnya.
Termasuk juga pendanaan astronot serta kargo.
Dari landasan di bumi hingga Stasiun Internasional Luar Angkasa.
Sekaligus peluncuran satelit Departemen Pelanggan Komersial dan Pertahanan.
 
 
 

Strategi SpaceX Bawa Manusia ke Mars

 
Rencananya SpaceX akan menciptakan roket terbesar.
Sepanjang sejarah dunia dan berkapasitas besar di tahun 2025.
Perusahaan akan memanfaatkan Interplanetary Transport System.
Sebanyak 100 penumpang akan diberangkatkan ke Mars.
Waktu perjalanan yang akan dilalui hingga 80 hari.
Untuk menyukseskan strategi SpaceX juga membuat video promosi.
Video ini akan dipresentasikan kepada para investor dan orang banyak.
Merupakan salah satu strategi bisnis yang tepat.
Disamping SpaceX yang telah terkenal brandingnya.
Pendanaan akan didapatkan melalui pemaparan video tersebut.
 
Dalam video promosi tersebut jelas terlihat inti ITS.
Terdapat roket pendorong dapat digunakan secara berulang kali.
Fungsinya meluncurkan modul pesawat luar angkasa ke orbit.
 
Roket pendorong tersebut akan memisahkan diri dengan modul.
Selanjutnya kembali ke Bumi dan membawa bahan bakar tangki.
 
Setelah bahan bakar telah terisi maka perjalanan akan dilanjutkan ke Mars.
Selain itu, rocket juga menggunakan panel surya.
Sebagai elemen pendukung perjalanan hingga ke Mars.

Perusahaan Menyediakan Tiket Penerbangan

 
Perusahaan juga menjual tiket bagi penumpang.
Untuk ikut serta terbang dengan BFR yakni dengan membayar 500.000 USD.
Atau setara dengan 6,5 miliar rupiah.
Tetapi perusahaan akan menurunkan harga tiket.
Menjadi 100.000 USD atau  1,4 Miliar.

Persoalan Pengembangan Proyek

 
Proyek tersebut memiliki problem utama yang harus diselesaikan.
Biaya yang sangat tinggi lebih dari 10 Miliar USD.
Perusahaan belum memiliki dana sebesar nominal tersebut.
 
Oleh karena itu, akan menjalin kerjasama atau mencari investor.
Yang berasal dari pemerintahan dan swasta.
Sehingga proyek peluncuran roket dapat terealisasikan.
Pemerintahan Amerika Serikat juga telah memikirkan.
Untuk ikut serta pada peluncuran proyek besar ini.
Karena besaran nominal yang diperlukan.
BFR tidak hanya konsep perkembangan ilmu pengetahun.
Tetapi juga dijadikan bisnis internasional yang beresiko.
SpaceX dapat meyakinkan para investor swasta dan pemerintahan,
Dari hasil pengujian mesin roket Raptor.
Mesin ini disinyalir akan membantu proses peluncuran roket.
Serta pesawat penumpang mencapai luar angkasa.
Disamping itu, dibuat pula prototipe untuk tangki bahan bakarnya.
 

Uji Coba Penerbangan

Pengujian peluncuran rocket akan dilakukan segera.
Kurang lebih dalam kurun waktu 4 tahun.
Setelah SpaceX berhasil mengirim kapsul Dragon hingga ke Mars tahun 2018.
 
Pendanaan adalah hal utama untuk merealisasikan proyek uji coba ini.
Awalnya pesawat ke Mars hanya diluncurkan tiap 26 bulan sekali.
Perusahaan berencana membuat Mars menjadi koloni.
Sehingga ribuan pesawa rencananya akan dikirimkan ke Mars.
Sementara itu .proses pembuatannya memerlukan waktu 40 – 100 tahun.
 
baca juga
Start Up Airbnb
900 Pebisnis Start Up Bisnis Digital Di Dalam Dan Luar Negri
Didi Chuxing Start Up Transportasi Terbesar Di China
 

Strategi Efisiensi Perusahaan Memangkas 10% jumlah karyawan

 
Agar mengefesiensikan pengeluaran perusahaan.
Maka  10% tenaga kerja akan dipangkas.
Strategi ini dinilai paling efisien untuk menyelamatkan pengeluaran.
Sebab posisi perusahaan SpaceX sendiri belum dipatenkan.
The New York Times lebih menyebutkan upaya perampingan sumber daya manusia.
Pemangkasan karyawan ini merupakan hal wajar bagi perusahaan.
Proyek peluncuran roket BFR harus berjalan dengan maksimal.
Pemberitahuan pemangkasan karyawan akan dikirimkan melalui email.
 
SpaceX memberikan pesangon bagi setiap karyawan.
Meliputi delapan minggu gaji serta  manfaat lain.
PHK merupakan satu-satunya langkah strategis.
Sebagai aantisipasi tantangan sulit di masa mendatang.
 
Wall Street Journal juga menyatakan keuangan internal SpaceX di 2017.
Sangat rentan mengalami kemunduran.
Hal ini diakibatkan kegagalan peluncuran roket tahun 2015.
Sehingga kontribusi kerugian tahunan mencapai 250 Miliar USD.
Pemangkasan karyawan bertujuan untuk menghindari kondisi tersebut terulang.
 

You May Also Like