Berkembang pesatnya kecanggihan teknologi serta internet yang kian massif di seluruh Indonesia mengubah peta bisnis serta pola konsumsi masyarakat di Indonesia.
Dulunya, orang cenderung untuk berbelanja secara konvensional dengan pergi ke pasar, toko atau bahkan ke pusat perbelanjaan. Industri retail pun masih sangat bergairah saat itu karena orang masih berbelanja setiap hari atau setiap minggunya.
 
Tapi sekarang, semenjak adanya internet lalu secara massif bermunculan situs belanja online. Masyarakat pun dihujani berbagai pilihan serta kemudahan dalam berbelanja baik belanja kebutuhan sehari-hari, fashion, hingga elektronik. Masyarakat pun terjangkit demam online shopping atau belanja online.
 

Bisnis Start up E Commerce Fashion Berrybenka & 8Wood

 
Faktor kesibukan dan mobilitas yang tinggi serta kemudahan berbelanja hanya dengan mengandalkan laptop atau ponsel membuat masyarakat dimanjakan dengan fasilitas belanja online ini.
Segmen bisnis belanja online ini terutama di dominasi untuk para wanita karena naluri dan emosi wanita untuk gemar berbelanja.
Apalagi kemudian banyak situs belanja online fashion dan kecantikan baik lokal maupun internasional di Indonesia yang muncul untuk memuaskan hasrat berbelanja para wanita.
Kalau bicara situs belanja online fashion dan kecantikan lokal, nama Berrybenka serta 8Wood pasti langsung muncul dibenak para shopaholic. Siapa yang tak kenal dengan dua startup tersebut?
 
 

Berrybenka

Kalau menyebut situs belanja fesyen online lokal, pasti nama Berrybenka lekat dalam ingatan. Berrybenka dikelola oleh Jason Lamuda dan Ferry Tenka pada tahun 2013. Berrybenka yang tak hanya berfokus pada pakaian wanita tapi juga pakaian pria ini merupakah salah satu startup yang tahan banting.
Awalnya, Berrybenka ini didirikan oleh Claudia Widjaja dan Yenti Elizabeth di tahun 2012. Lalu pada bulan Mei 2012, Jason Lamuda masuk dan memegang tampuk kepemimpinan BerryBenka yang baru. Pada bulan Maret 2013 situs Berrybenka diluncurkan bersamaan dengan tagline baru ‘Fashion is Just a Click Away’.

Model bisnis online retail pun dipilih oleh Jason dan Ferry dengan mengumpulkan produk dari merchant-merchant pilihan, lalu menjalankan semua proses bisnis sendiri mulai dari pergudangan (warehousing), penjualan, pembayaran, pengiriman barang hingga layanan purna jual.

Ia juga melakukan berbagai strategi marketing seperti memasang iklan di Facebook dan Google, melakukan promosi di majalah-majalah perempuan baik cetak dan online.
Kini kerja keras keduanya telah membuahkan hasil. Hingga saat ini, jumlah pengguna yang terdaftar di situs Berrybenka sudah mencapai 1,7 juta yang merupakan gabungan dari Berrybenka dan Hijabenka. Transaksi online per harinya saja sudah mencapai 2 ribu hingga 3 ribu penjualan. Berrybenka juga berhasil mengumpulkan lebih dari 1.000 merchant dengan lebih dari 20 ribu ragam produk dengan kategori produk bervariasi mulai dari busana, sepatu, tas, kosmetik dan aksesoris baik dari brand lokal maupun brand internasional.
Selain itu, Berrybenka juga melakukan inovasi dengan mendirikan offline store yang memberikan sensasi belanja dari online ke offline (O2O) yang tidak ditemukan di toko ritel fesyen lainnya atau di situs e-commerce lainnya. Berrybenka kini telah memiliki 15 offline store yang tersebar di wilayah Indonesia.
Offline store ini biasanya hanya untuk enam bulan dengan tujuan untuk memberikan pengalaman belanja yang berbeda dibandingkan kompetitornya. Dengan inovasi ini, Berrybenka berhasil membukukan pertumbuhan penjualan hingga 300% di setiap kota yang ada pop-up store Berrybenka.
Kunci sukses Berrybenka menjadi salah satu situs e-commerce di Indonesia tak lain berkat perpaduan antara desain packaging yang menarik, layanan yang memudahkan pelanggan seperti customer service yang responsif, pengiriman, hingga layanan pengembalian barang jika tidak cocok.

8Wood

Situs belanja fesyen online 8Wood mungkin salah satu startup yang dimiliki oleh artis. 8Wood didirikan oleh artis Indonesia – Alice Norin dan suaminya – Alvin Yudhapatria awal tahun 2013 silam di garasi rumah pribadi mereka. 8Wood sendiri adalah situs e-commerce yang menyediakan kebutuhan fashion khusus wanita mulai dari atasan, bawahan, tas hingga aksesoris.
 
Nama besar Alice sebagai selebritis Indonesia yang kerap muncul di layar kaca Indonesia menjadi magnet tersendiri untuk 8Wood ini. Bahkan strategi utama 8Wood dalam menjalankan bisnis ini adalah mengembangkan komunitas.
Dengan strategi bisnis ini ternyata mampu memberikan dampak yang besar untuk promosi dan loyalitas yang tinggi sebagai konsumen tetap 8Wood.
Makanya tak heran bila meskipun tergolong pemain baru di dunia startup, tapi soal jumlah pelanggan tidak kalah dengan yang sudah eksis sebelumnya.
Selain itu, Alice sendiri juga melakukan personal branding tentang 8Wood di akun media sosial Instagram miliknya. Sebagai sosok selebritis, Alice memiliki follower hampir 544 ribu orang di Instagram dan 910 ribu pengikut di Twitter.
Alice pun kerap kali memposting #ootd dengan produk dari 8Wood serta berinteraksi secara aktif dengan para pengikutnya di kedua akun media sosialnya tersebut. Dengan cerdasnya, ia memanfaatkan basis follower-nya untuk mengkonversi hampir separuh follower untuk menjadi konsumen setia 8Wood.
 
baca juga
KoinWorks Memperoleh Investasi dari Quona Capital
900 Pebisnis Start Up Bisnis Digital Di Dalam Dan Luar Negri
 
 
Makanya 8Wood tidak terlalu banyak menghabiskan budget untuk iklan dan promosi karena 8Wood sangat memanfaatkan nama besar sang pemilik serta menggunakan media sosial sebagai marketing channel bisnisnya.
Bahkan, nama 8Wood sendiri diprediksi akan mampu bersaing sebagai Nasty Gal versi Indonesia yang melayani kebutuhan fashion para konsumen muda. Nasty Gal sendiri adalah salah satu perusahaan fashion e-commerce yang terkemuka di Amerika Serikat yang didirikan oleh Sophia Amoruso.
Saat ini, 8Wood mengklaim sudah bekerja sama dengan lebih dari 200 brands dan memiliki lebih dari 6.000 listing produk dalam website mereka.
8Wood sebagai sebuah situs e-commerce juga menerapkan model bisnis B2C dimana mereka mengambil potongan sebesar 30 persen dari setiap produk yang terjual milik brand lain yang bekerjasama dengan platform-nya.

You May Also Like