Pendiri dan CEO Scoutible, Angela Antony fokus dengan penyaluran tenaga kerja.
Ia menghabiskan sembilan tahun di Harvard belajar psikologi, hukum, dan bisnis.
Setelah itu ia hijrah ke Gedung Putih.
Saat berada dibawah pemerintahan Presiden Obama.
 

Mendirikan Perusahaan

 
Sebelum mendirikan perusahaan, Angela Anthony menulis sebuah buku.
Ia menuangkan pemikirannya dalam tajuk ‘Borgol Tak Terlihat’.
Dari sinilah yang mendasari pembentukan Scoutible.
 
Scoutible didirikan untuk mengatasi kegagalan perekrutan karyawan.
Secara langsung sejak awal proses rekrutmen dan memanfaatkan teknologi AI.
Artificial inteligent sangat berguna untuk untuk melihat calon karyawan.
Lebih detail tidak hanya dari kemampuan akademik tetapi dari aspek psikologi.
 
 
 

Teknologi Scoutible Menemukan Bakat Baru

 
Pemikiran Scoutible dari kehidupan masyarakat yang dinamis.
Manusia memiliki bakat yang beragam namun kurang dimanfaatkan.
Sementara itu pekerjaan juga terus bergerak kedepan.
Tetapi perusahaan selalu kebingungan ketika merekrut karyawan.
Mereka harus dapat menemukan bakat tersembunyi.
Dari banyaknya aplikasi yang masuk.
 
Inti persoalannya sebagian besar perusahaan tidak tahu sifat karyawan.
Yang mana berpotensi terhadap keberhasilan pekerjaan.
Tim rekrutmen perusahaan dipaksa mengandalkan resume pelamar.
Sebagai bukti bakat dan kemampuan keilmuan.
Faktanya, 89% dari pengetahuan keilmuwan disebabkan oleh soft skill.
 
 
 
 

Menggabungkan Ilmu Psikologi dan Gamifikasi

 
Scoutible menggabungkan beberapa elemen:

  • Gamifikasi
  • Ilmu psikologi
  • Artificial Inteligent (AI)

Sehingga membantu perusahaan menemukan bakat tersembunyi.
Tidak sekedar melihat resume saja.
 
Teknologi ini memberdayakan para rekruter melihat potensi calon karyawan.
Yang sekiranya dapat dikembangkan pada bidang tertentu.
Sistem ini dapat menyorot kandidat yang sangat cocok.
 

Penemuan Ide Gamifikasi Untuk Menilai Kandidat

 
Awalnya CEO Scoutible mempertimbangkan berbagai cara.
Untuk menilai aspek-aspek penting dalam recruitment, diantaranya:

  • Kepribadian
  • Kemampuan kognitif
  • Soft skill

 
Scoutible memanfaatkan pengujian psikometri digital.
Sebagai media yang terakurat untuk menangkap ketiga poin data yang diperlukan.
 
Tetapi pengujian psikometri tradisional mengeluarkan biaya mahal.
Selain itu, dapat memakan banyak waktu pengujian.
Sebab lebih efektif dilakukan per individu.
Proses demikian tampak kurang layak untuk pengusaha.
Yang menerapkan recruitment karyawan dalam skala besar.

Scoutible Merekrut dan Mempromosikan Keanekaragaman

 
Penelitian dari Harvard menunjukkan bahwa ‘memutihkan’ nama pelamar.
Dapat menyebabkan panggilan balik dua kali lebih banyak untuk wawancara.
Resume dapat berfungsi sebagai proxy untuk status sosial ekonomi.
Sementara itu, recruiter memanfaatkan keilmuan mereka.
Saat menelusuri faktor penting yakni pendidikan dan pengalaman kerja.
 
Penelusuran tersebut secara sadar kadang menciptakan rasis.
Bagi sebagian recruiter ketika meloloskan resume.
Sangat mungkin tersirat jenis kelamin dan etnis tertentu.
 
 
 

Scoutible Membuka Lebih Detail

 
Platform Scoutible dapat memberikan semua informasi lebih detail.
Bahkan potensi diskriminatif dan tidak dapat diprediksi kinerjanya masa depan.
 
Perusahaan ini juga menyoroti kekuatan dan atribut alami kandidat.
Yang mana secara historis dapat berkorelasi melalui kinerja dalam perusahaan.
 
Intinya perusahaan dapat meningkatkan keragaman dalam tim.
Sangat efisien membuat tim yang beragam dan mengisi kelengkapan.
Dibandingkan  dan menyamakan kedudukan karyawan berdasarkan demografi.
 
 

Solusi Recruitmen Terbaik dan Dana Lebih Rendah

 
Merupakan permainan video yang mengumpulkan data.
Setelah menyelesaian masalah dan menghindari risiko dalam permainan.
Akurasi prediksi suatu pekerjaan dan wawancara 4,5 kali lipat.
Lebih baik dibandingkan proses recruitment tradisional.
 
Apabila perusahaan merekrut karyawan yang tidak sesuai akan merugikan.
Seperti perusahaan salah memilih karyawan.
Mereka tidak betah bekerja dan hengkang setelah 12 bulan.
 
Hasil sebuah lembaga peneliti Amerika Serikat berdasarkan perekonomian.
Menunjukkan sekitar 46% karyawan akan berpindah kerja dalam waktu 18 bulan.
Terlepas dari faktor-faktor berikut ini :

  • Waktu yang dihabiskan
  • Sumber daya
  • Gaji dalam jumlah besar

 
Biasanya para karyawan akan mencoba dan berpindah.
Kepada pekerjaan lain yang dinilai lebih efektif.
Serta memberikan pengalaman baru.
 
 
 
 

Scoutible Mencoba Memahami Ketahanan Karyawan

 
Penelitian dari Scoutible berusaha memahami persoalan terebut.
 
Apa yang kurang dari resume yang dikirimkan.
Dan membuat pencegahan dini dan informasi yang akurat.
Dalam memprediksi kinerja karyawan jangka panjang.
Ketika memerankan pekerjaan tersebut.
 
Faktanya penelitian ini dulunya membantu pendiri.
Untuk berperan bersama Dewan Ekonomi Nasional Amerika Serikat tahun 2015.

Start-up Penyedia Jasa Recruitmen Pertama

 
Scoutible merupakan startup yang menyediakan jasa recrutment pertama.
Didunia menggunakan metode canggih dan akurat.
Pertama berdiri, basis startup ini berada  di San Francisco.
Scoutible berusaha menghilangkan misteri dari proses perekrutan.
 
Produk Scoutible bukan seperti ujian atau kuesioner.
Lebih menyenangkan karena memanfaatkan video game.
Durasi video game ini selama 20 menit gameplay.
Dibekali dengan sistem mengumpulkan jutaan titik data.
Nantinya dapat digunakan sebagai tolak ukur berbagai atribut kandidat.
 
Scoutible akan melihat kemampuan pemainnya.
Dalam memecahan masalah dan menghindari risiko.
Setelah itu akan menghasilkan penilaian numerik.
Berdasarkan seberapa besar kemungkinan pemainnya unggul dalam peran tersebut.
 

Lebih Efektif Dari Screening Tradisional

 
Penerapan wawasan jauh lebih efektif daripada metode screening tradisional.
Misalnya proses perekrutan pada umumnya melalui :

  • Menyeleksi resume
  • Tes potensi akademik
  • Tes minat dan bakat
  • Wawancara

 

Game Mengarahkan Pemainnya Terhadap Profil Pekerjaan

 
Ketika calon karyawan masuk dalam permainan Scoutible.
Ia akan mengendalikan karakter yang dikirim oleh Scoutible.
Selanjutnya melalui serangkaian misi.
Misalnya bertahan hidup di pulau terpencil.
Atau menggagalkan upaya pembunuhan terhadap raja dunia fantasi.
 
Dalam bermain karakter tersebut akan melihat keputusan pemainnya.
Termasuk cara mengelola navigasi peta.
Hingga melakukan interaksi dengan karakter dan mengendalikan PC.
 

Menggunakan Kecerdasan Buatan

 
Kecerdasan buatan Scoutible memanfaatkan sidik jari.
Atribut dasarnya adalah seseorang yang jatuh melalui pintu perangkap.
Selanjutnya melihat bakat pemain ketika menangani krisis kecil.
Secara lebih cepat dan dapat melanjutkan misi mereka.
 
Permainan ini juga terinpirasi dari ilmu psikologi.
Sangat erat kaitannya dengan tes sifat kognitif di perguruan tinggi.
 
Pemain akan merasa seperti permainan sungguhan.
Alat ini dinilai lebih sempurna dari permainan.
Serta didukung dengan tes kepribadian dan atribut kognitif yang sesuai.
kita bisa mengatasi banyak masalah yang telah saya pelajari.
 

Tim Scoutible

 
Startup Scoutible memiliki tim sejumlah 10 orang.
Diantaranya berprofesi sebagai psikolog dan insinyur.
Perusahaan ini membangun game dan artificial intelligent.
Sebagai tahap awal pembuatan permainan.
Permainan ini dirancang untuk mengukur faktor-faktor:

  • Grit
  • Keterampilan interpersonal
  • Kemampuan kepemimpinan
  • Kreativitas

Hal-hal tersebut memberikan kontribusi selain resume atau wawancara kerja.
Bagi pelamar yang kurang dari segi komunikasi.
 
 
 
baca juga
 
Start Up SpaceX
Start Up Airbnb
900 Pebisnis Start Up Bisnis Digital Di Dalam Dan Luar Negri
 
 

Membangun Permainan Lebih Efektif

 
Tujuan permainan ini adalah untuk memberi perusahaan klien keuntungan.
Scoutible akan mengidentifikasi kandidat terbaik bagi perusahaan.
Serta dapat menjalankan pekerjaan mereka dengan baik kedepannya.
 
Dalam proses ini permainan akan bertindak sebagai langkah pertama.
Untuk proses untuk penyaringan tenaga kerja.
Sehingga pengusaha lebih fokus dengan pelamar dengan  hasil terbaik.
Sesuai dengan kriteria yang perusahaan cari.
 
Dalam memainkan permainan tidak ada langkah baik dan buruk.
Namun keputusan pemainnya yang menentukan.
Bagaimana kepribadian dan bakat yang cocok dengan deskripsi pekerjaan.
 
Ada peran tertentu yang menentukan.
Contohnya tenaga penjualan dan layanan pelanggan.
Permainan scoutible akan menandai posisi pelamar yang kurang mapan.
Dapat juga mengumpulkan data dari pekerja unggulan.
Serta menciptakan profil ideal untuk mengukur setiap kandidat.
Sistem yang digunakan adalah gameplay dan algoritma.

You May Also Like