Manfaatkan Online Store Perbesar Bisnis Camera Bag

https://www.undercover.co.id – Usaha Kecil dan Menengah atau yang populer disebut dengan UKM merupakan penggerak utama perekonomian Indonesia.

Tercatat 60% dari pendapatan domestik bruto Indonesia merupakan hasil dari kerja keras para pelaku UKM di Indonesia.

Meski begitu, kelompok pemilik UKM di Indonesia faktanya sangat lambat dalam mengadopsi teknologi internet untuk bisnis mereka.

Padahal adaptasi teknologi digital oleh UKM dapat membantu memperbesar jangkauan bisnis .

Dari sekian UKM yang sudah banyak mengadopsi internet untuk menunjang operasional bisnis mereka ada Indo Camera Bag yang memilih untuk bekerja sama dengan E-commerce premium yaitu Lazada.

Bergerak di bidang produksi tas –tas kamera, Indo Camera Bag yang didirikan oleh Ihsannudin Fannani telah mengalami pertumbuhan pesat berkat peran internet.

Mengawali Bisnis dari Hobi

Ihsannudin Fanani sebelumnya tidak pernah berpikir akan membangun sebuah bisnis yang dapat menghasilkan omzet ratusan juta setiap bulannya.

Bisnis yang dibesarkannya sekarang merupakan hasil inspirasi dari hobinya yaitu memotret.

Ide untuk berjualan tas kamera bermula dari keinginannya untuk mencari tas untuk kameranya demi kebutuhan berburu foto.

Pada waktu itu Ihsan kesulitan untuk menemukan tas kamera buatan lokal dengan kualitas nomor satu.

Merasa frustasi karena tidak mendapat barang yang ia inginkan, Fanani mencoba mengambil cara lain yaitu dengan membuatnya sendiri.

Tas keinginannya tersebut ia buat dengan bantuan saudaranya yang merupakan pemilik usaha konveksi.

Mendapat ide dari tas yang diminta oleh Ihsan, saudaranya waktu itu memberi ide kepada Ihsan untuk menjadikannya usaha, ide yang awalnya ditanggapi dengan kernyitan dahi.

Berkat kegigihan sang saudara yang menjanjikan memberi bantuan untuk menjalankan usaha membuat Ihsan akhirnya mencoba terjun berwirausaha.

Pada waktu itu Ihsan tidak merencanakn untk membesarkan bisnis yang didirikannya hingga tingkat tertentu.

Ia hanya menawarkan barang buatannya kepada komunitas fotografi yang merupakan tempat dirinya bernaung.

Lambat laun, Ihsan yang terus disupport oleh saudaranya tersebut akhinya memutuskan untk menseriusi bisnis ini.

baca juga

    Bekerja sama dengan Lazada

    Cerita awal Ihsan mencoba untuk membawa bisnisnya ke online berawal dari kebingungannya untuk memperluas jangkauan pasarnya.

    Maklum saja karena pada tahun 2012 silam, E-commerce memang belum seterkenal sekarang.

    Perkenalan Ihsan dengan bisnis online terjadi ketika ia mendapat saran dari temannya untuk mencoba berjualan di Bukalapak.

    Dengan pertimbangan tidak adanya biaya yang dikenakan setiap kali transaksi membuat Ihsan memutuskan untuk membuat akun Bukalapak pertamanya di tahun 2012 silam.

    Pada waktu itu Ihsan termasuk salah satu diantara penjual pertama yang mengisi platform Bukalapak tersebut.

    Setelah waktu berjalan, Ihsan mengaku bahwa berjualan di e-commerce banyak membantu bisnisnya terutama dari segi keamanan dan jaminan anti penipuan.

    Pada waktu itu, usaha tas yang dimiliki Ihsan masih bernama Toko Tas Bagus yang mengusung slogan Best Product Best Price.

    Dengan slogan tersebut, Ihsan berinvestasi uang untuk memperkenalkan barangnya melalui sejumlah fitur promosi yang disediakan Bukalapak.

    Dengan bantuan fitur promosi berbayar tersebut, Ihsan berhasil mencapai omzet sebesar 40 hingga 50 juta Rupiah perbulannya dan mendapat banyak umpan balik yang positif.

    Namun karena didorong oleh keinginannya untuk memperbesar omzet , Ihsan memutuskan untuk pindah ke situs E-commerce lainnya.

    Kali ini E-commerce yang menjadi pilihan Ihsan adalah Lazada yang sedang membuka kesempatan bagi pelaku UKM untuk menjadi pemilk toko premium.

    Ihsan yang sudah merasakan dashyatnya teknologi internet untuk bisnis tidak ragu untuk berpindah ke Lazada yang menawarkan kesempatan lebih besar.

    Benar saja, di Lazada Ihsan mendapat banyak kemudahan seperti fasilitas Seller Center yang membantunya mengirim barang lebih cepat.

    Untuk menaikkan brand, Ihsan memutuskan untuk menjadikan nama Indo Camera Bag untuk sektor Lazada.

    Keputusan Ihsan untuk berpindah ke Lazada terbukti berbuah manis dimana ia berhasil mencatatkan rekor pesanan barang sebesar 1.500 buah hanya dalam satu hari.

    Karena terus menerus mencatatkan omzet yang fantastis, Ihsan bahkan diganjar penghargaan oleh Lazada sebagai salah satu seller UKM berprestasi.

    baca juga

      Merambah Produk Lain

      Bermula dari bisnis iseng belaka hingga berhasil mencapai omzet ratusan juta, Ihsan mengaku belajar banyak tentang bagaimana cara memberi pelayanan terbaik kepada pelanggannya.

      Sebagai pebisnis online, salah satu hal yang amat menentukan reputasi dan kemajuan usahanya adalah soal ketepatan waktu.

      Karena  situs belanja online telah membangun budaya instan bagi kebanyakan orang, maka pengiriman barang yang tepat waktu mutlak harus menjadi jaminan.

      Untuk mendukung ketepatan waktunya mengirim barang, Ihsan memutuskan untuk membangun gudang sendiri.

      Gudang yang dibeli dekat dengan rumahnya ini nantinya akan berfungsi sebagai tempat penampungan barang yang sudah diproduksi oleh pengrajin.

      Tidak main-main untuk mengoperasikan gudang tersebut, Ihsan sampai mempekerjakan 20 orang baik sebagai penyelia maupun sebagai tenaga penyortir hingga urusan Consign atau pengecekan akhir.

      Ihsan pun tidak lantas berpuas diri dengan keberhasilannya di segmen tas kamera.

      Ia pun langsung bergerak cepat untuk menyiapkan diversifikasi usaha dengan turut memproduksi aksesoris-aksesoris pelengkap bagi komunitas fotografi seperti kaus hingga jaket.

      Untuk pengerjaan tshirt dan jaket ini, Ihsan memilih untuk mendatangkan karyawan sendiri alih-alih melakukan sourcing ke perajin lain.

      Setiap hari di rumahnya, para pengrajin ini dapat menghasilkan hingga 100 produk sehari.

      Ia juga menghadirkan produk spesial berupa tas kamera dengan corak 1000 warna.

      baca juga

        Mendapat Pujian

        Kesuksesannya untuk membesarkan usaha tas rupanya menarik perhatian CEO dari Bukalapak yaitu Achmad Zaky.

        Sebagai salah satu pelapak pertama di Bukalapak, Zaky mengakui bahwa Ihsan termasuk salah satu pelapak yang aktif menyokong nama Bukalapak di masa-masa awal berdiri.

        Tidak hanya terkait dengan Bukalapak, Zaky juga memuji Ihsanuddin sebagai pemuda yang berani untuk terjun mengarungi bisnis online.

        You cannot copy content of this page