https://www.indonesiacorporatereview.com –  Siapa sangka limbah kayu yang biasanya hanya menjadi bahan bakar itu mampu disulap menjadi wallpaper dinding yang cantik.
Di tangan Bambang Sukamto lah kreasi itu tercipta. Warga Desa Sumber Bening, Kecamatan Beringin, Kabupaten Ngawi tersebut berhasil membuka bisnis kerajinan limbah kayu yang bernilai tinggi dan tembus pasar internasional.

Awal Ide Usaha Kreatif  Limbah Kayu

Sebelum sukses membuka usaha kerajinan limbah kayu, Bambang hanyalah pengepul limbah yang dijual kepada para pengrajin.
Ia mencari kayu-kayu bekas dari limbah industri dan akar kayu jati yang banyak di temui di daerah tempat tinggalnya. Lama kelamaan, ia berpikir untuk tidak menjualnya kepada pengrajin melainkan membangun bisnis kerajinan limbah kayu sendiri.
Maka dirintislah usaha tersebut hanya dengan modal Rp 5 juta. Ia membuka sebuah sentra usaha kecil menengah bernama UD Tunggak Mas pada tahun 2013. Dari situlah bisnis kerajinan limbah kayunya dimulai. Awal buka, Bambang pun menghadapi beragam rintangan, terutama dalam hal pemasaran.
 
Kreatif! Bisnis Kerajinan Limbah Kayu Ini Tembus Pasar Internasional Namun Bambang tak habis akal. Ia terus berusaha agar usahanya sukses. Beragam pameran diikutinya. Ia mencari modal tambahan dan berusaha mendapat binaan dari pemerintah setempat.
Kerja keras Bambang tak sia-sia. Usahanya menjadi UKM binaan salah satu perusahaan BUMN. Dengannya ia mendapat begitu banyak keuntungan, dari mengikuti penyuluhan manajemen usaha, tambahan modal hingga diikut sertakan berbagai pameran di luar kota. Dengannya, bisnis kerajinan limbah kayu miliknya berkembang sangat pesat. Produknya mulai dikenal dan Bambang pun mulai kebanjiran order.

Perkembangan Ide Usaha Bambang 

Dari mana Bambang memiliki ide usaha membuat kerajinan dari limbah kayu, maka pengalaman dan hobi adalah jawabannya. Sebelumnya, Bambang sering kali berinteraksi degan para pengrajin kayu sebagai rekan usaha. Ia pula memiliki hobi dan kreativitas memahat kayu. Bisa dibilang, di sanalah passion Bambang berada.
Hingga kemudian Bambang melihat aneka wall clading yang mayoritas dibuat dari batu. Belum ada satu pun pengrajin yang membuatnya dari kayu. Dari sanalah ide usaha bermula. Ia mulai berpikir bagaimana membuat wall clading dari limbah kayu yang selama ini biasa ia kumpulkan dan dijual.
“Dari pameran kita lihat wall clading dari batu. Saya punya ide dengan bahan-bahan yang saya bisa bikin seperti batu. Itu awalnya,” ujar Bambang Sukamto
 
Bambang kemudian berhasil membuat produk wall clading yang apik meski dibuat dari limbah kayu. Ia membuat beberapa desain yang ragamnya terus dikembangkan. Desain-desain tersebut dibuat dari ide yang muncul dari bentuk limbah kayu yang ada.
Bentuk kayunya seperti apa, maka jadilah desain produk yang mirip. Jika limbah itu berupa akar kayu, maka wall cladingnya menyerupai gambar akar yang sangat menarik.

Banjir Order Dari Diversifikasi Usaha Wallpaper Limbah Kayu

Produk usaha Bambang, yakni wallpaper dinding dari limbah kayu pun mulai dikenal publik. Ia mendapat respons positif dari banyak orang. Saat mengikuti pameran, banyak pengunjung yang bertanya dan merasa tertarik.
“Awal-awal responnya luar biasa. Meski belum beli, responnya bagus. Jadi ada harapan untuk ke depan,” tutur Bambang.
Harapan itu benar adanya. Tak lama kemudian, ia kebanjiran order. Bengkel kerajinan Bambang di Kota Ngawi mulai sibuk. Pekerja terus ditambah. Usahanya mampu menjual produk kepada konsumen lokal hingga pasar internasional.
Di tahun-tahun awal, Bambang mampu mengeluarkan biaya produksi hingga Rp 20 juta. Saat ini jumlah pekerja atau pengrajin di bengkel Bambang berjumlah 40 orang. Selain pembeli lokal, ia pun mendapat pelanggan dari mancanegara seperti Swiss, Belanda hingga Lebanon.
Laris manisnya bisnis kerajinan limbah kayu milik Bambang tersebut bukan tanpa alasan. Produk yang ia hasilkan memang sangat apik dan menarik. Seorang tak akan menyangka bahwa wallpaper dinding yang dibuatnya berbahan dari limbah kayu yang tak berharga.
 
Untuk membuatnya, Bambang memilah limbah kayu yang masih baik untuk kemudian dipotong dan dibuat sesuai desain. Ada proses pengeleman hingga penjemuran selama 8 jam. Proses yang tidak singkat, namun menghasilkan wall clading atau wallpaper dinding yang apik dan bernilai seni.
baca juga
Bisnis Waralaba Coffee Shop yang Terkenal di Dunia
100 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar
 
“Harga relatif lebih tinggi dibanding keramik dan batu. Tapi uniknya kayu itu. Nilainya tidak bisa dinilai dengan uang. Ada nilai-nilai (seni) tersendiri yang tidak bisa dinilai dengan uang,” ujar salah seorang pelanggan, Ris Gianto.Kreatif! Bisnis Kerajinan Limbah Kayu Ini Tembus Pasar Internasional

You May Also Like