Nasib orang memang tidak ada yang pernah tahu. Siapa yang sangka, Jack Ma yang dulunya seorang guru Bahasa Inggris di negeri tirai bambu, namun berkat kegigihannya ia menjadi miliarder terkaya di China. Sebelum menjadi guru, Ma berpuluh kali mendaftar pekerjaan namun selalu ditolak.

Salah satunya, ia sempat mendaftar menjadi karyawan di KFC. Tapi dari 24 orang yang mendaftar hanya 23 yang diterima dan ia menjadi satu-satunya orang yang tidak diterima. Bukan itu saja, ia telah melamar di 30 perusahaan dan semuanya menolak lamaran Ma. Akhirnya ia memutuskan untuk menjadi guru Bahasa Inggris karena ia fasih berbahasa Inggris selain Bahasa Mandarin.

 

Kisah Jack Ma

Ma dilahirkan di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China pada 15 Oktober 1964 di lingkungan penduduk yang sederhana. Semasa hidupnya, dia harus berhadapan dengan berbagai masalah, karena China baru membuka diri terhadap bangsa barat. Ma kerap menerima penolakan sejak kecil. Ia sempat ditolak di setiap sekolah, tempat dia ingin belajar.

Sejak sekolah dasar pun dia mengalami penolakan karena ujian matematikanya yang tak begitu baik. Ma pun bertahan dan berhasil melaluinya. Bahkan ia terhitung tekun karena sejak usia 12 hingga 20 tahun, Ma mengendarai sepedanya selama 40 menit ke hotel di mana dia dapat belajar bahasa Inggris.

Ia pun menjadi lebih banyak bergaul bersama turis asing. Tanpa disadari, pergaulan yang dijalani selama delapan tahun telah mengubah cara pandang Ma terhadap hidup.

Ia pun merasa bahwa pola pikirnya jauh lebih terbuka dibandingkan pedudukan China lainnya. Ia mendapati bahwa apa yang diceritakan oleh para turis sangat berbeda dengan semua yang dipelajari Ma dari para guru dan buku di sekolah.

Tahun 1995, Ma pun pergi ke Seattle, Amerika Serikat (AS) untuk bekerja sebagai penerjemah. Saat itulah menjadi awal perkenalan Ma dengan internet saat ia mencari kata ‘beer’ dan ‘China’.

 

Sayangnya, ia tidak menemukan hasil pencarian yang diinginkannya di internet. Saat kembali ke China, berbekal rasa penasaran yang tinggi, dia justru menciptakan laman direktori bisnis online bernama China Pages. Sayangnya, China Pages tidak bisa dibilang sukses alias gagal.

Empat tahun kemudian, ia mengumpulkan 18 orang di HangZhou untuk menyampaikan visinya membuat sebuah perusahaan e-commerce baru yaitu Alibaba.

Ia pun berhasil mengumpulkan modal US$60 juta sebagai bekal mendirikan Alibaba. Ia pun mendirikan Alibaba Group yang merupakan retailer online terbesar di China dan posisi kedua terbesar di dunia setelah Wal-Mart. Laman Alibaba.com menjadi tempat pertama yang menghubungkan para eksportir China dengan para pembeli di luar negeri.

Filosofi berada di tempat yang tepat dan waktu yang tepat menggambarkan kondisi Ma saat itu. Peluncuran Alibaba.com bertepatan dengan momentum perekonomian Tiongkok yang mulai menggeliat serta para pengusahanya membutuhkan suatu wadah untuk bertransaksi dengan pihak luar negeri.

Ma yang tidak memiliki bekal pengetahuan sedikitpun di bidang teknologi dan komputerisasi ternyata mampu menjadi pendiri retailer online terbesar di China, Alibaba Group. Ia pun mendapat julukan sebagai ‘Crazy Jack’ karena memiliki banyak sekali ide-ide bisnis super gila dan fantastis yang kerapkali dilontarkannya.

Namun, tak ada satupun yang yakin kalau Ma dapat mewujudkan seluruh ide bisnisnya tersebut. Ma pun memiliki prioritas utama dalam menjalankan bisnis ini yaitu bagaimana Alibaba dapat membantu banyak konsumen, menciptakan lapangan kerja dan melayani masyarakat dibandingkan berbicara soal kehebatan perusahaan.

Ma pun mencetak prestasi dan sejarah baru. Pada September 2014, Alibaba menawarkan saham perdana di Bursa Saham New York serta meraih modal terbesar dalam sejarah. Nama besar Ma pun semakin meluas dan mendunia. Kini ia masuk ke dalam daftar orang terkaya di dunia versi majalah Forbes tahun 2017 di posisi 23 dengan kekayaannya yang mencapai US$39.2 miliar atau senilai Rp509,6 triliun.

 

Lima Rahasia Sukses  Jack Ma

1. Memiliki Passion

Bekerja dengan passion adalah hal yang selalu Jack Ma tekankan kepada para pegawainya. Menurutnya, jika seseorang bekerja dengan sepenuh hati, hasilnya pun akan lebih maksimal. Selain itu, dengan passion orang tidak akan pernah bosan dan lelah, karena pekerjaan itu di merupakan bidang yang disukai.

  1. Fokus

Jack Ma mengakui dalam sehari bisa mendapatkan sekitar 5.000 ide yang didapatnya dari berbagai pihak. Akan tetapi Jack Ma sebagai seorang CEO, tidak pernah ragu untuk mengatakan ‘tidak’ dan selalu fokus pada tujuan awal perusahaan, yaitu memenuhi kebutuhan pelanggan dan masyarakat luas.

 

baca juga

500 Kisah Pengusaha Sukses

Kutipan Inspiratif Miliarder Dunia

 

  1. Pelanggan nomor satu

Jack Ma menerapkan prioritas utama yang tidak bisa diganggu gugat di perusahaan miliknya yaitu pelanggan nomor satu, kedua karyawan, dan terakhir adalah pemegang saham. Ma membuat skala prioritas dengan alasan saat krisis melanda, para pemegang saham Alibaba akan pergi begitu saja, sementara para pelanggan dan pegawai akan tetap setia.

  1. Jagalah dan Bangun mimpi-mimpi Anda

Berani bermimpi serta menjaga mimpi tersebut untuk terus hidup tak pernah padam merupakan salah satu kunci kesuksesan Alibaba. Bagi Ma, mimpi tersebut bisa menjadi kenyataan pada suatu hari nanti. Mimpi Ma yang lain adalah suatu saat nanti Alibaba akan mengalahkan Walmart sebagai retailer terbesar di dunia.

  1. Branding itu penting

Bagi Ma, branding itu penting termasuk saat memilih nama Alibaba. Nama tersebut dipilih karena nama tersebut sudah sangat familiar di telinga masyarakat. Selain itu, Alibaba juga mudah dilafalkan dan diingat oleh orang.

 

 

Dulu Guru Kini Biliuner, Ini Kisah Sukses Jack Ma Pendiri Alibaba

Jack Ma dahulu hanyalah anak miskin yang tinggal di Hangzhou, Tiongkok dengan orang tua yang berprofesi sebagai seniman jalanan. Kini, ia menjadi salah satu orang terkaya di dunia dan masuk dalam deretan pebisnis handal. Namanya menjadi sorotan dunia dan panutan para pemuda berkat perusahaan besar yang dimilikinya, Alibaba.

Sejak kecil, minat Jack Ma bukanlah pada bisnis apalagi komputer. Ia justru tertarik pada bahasa Inggris dan berusaha keras untuk menguasainya. Setiap hari ia bersusah payah mengayuh sepeda selama 40 menit demi pergi ke sebuah hotel di lokasi wisata West Lake Hangzhou. Alasannya cuma satu, ingin bertemu turis dan belajar bahasa Inggris pada mereka. Saking giatnya, ia bahkan bersedia menjadi pemandu turis tanpa dibayar. Kegiatan itu dilakoninya selama 8 tahun!

Berkat kegigihannya itu, Jack Ma menjadi fasih dalam berbahasa Inggris. Namun ternyata keahlian itu tak cukup menjadi modal untuk melanjutkan studi. Dua kali ia gagal ujian masuk perguruan tinggi. Namun Pria kelahiran 1964 itu tak pernah menyerah. Ia terus mengulang ujian hingga akhirnya diterima sebagai mahasiswa Hangzhou Teachers Institute. Jurusan yang diambilnya pun tak jauh-jauh dari bahasa Inggris.

Begitu lulus, Jack Ma melamar begitu banyak perusahaan. Namun semua menolaknya. Bahkan ia mengisahkan hal pilu saat melamar pekerjaan sebagai manajer di gerai fastfood Kentucky Fried Chicken (KFC). “Saat aku melamar di KFC, ada 24 orang yang melamar kerja di sana. Mereka menerima 23 orang. Akulah satu-satunya orang yang gagal diterima waktu itu,” ujarnya, dilansir detik.com.

Namun dari awal Jack Ma memiliki kepribadian yang tak biasa. Ia menganggap banyaknya penolakan itu adalah hal lumrah dan bukan berarti bahwa ia gagal. Penolakan hanyalah tuntutan agar kita menjadi lebih bagus lagi, menjadi benar-benar bagus.

Tak menjadi manajer, Jack Ma akhirnya bekerja sebagai guru Bahasa Inggris. Meski ia mengajar di sebuah universitas, Jack Ma hanyalah guru miskin yang digaji USD 12-15 saja per bulannya. Merasa itu bukan impiannya, Jack Ma yang memiliki nama asli Ma Yun itu pun memutuskan pindah ke negeri Paman Sam.

Dilansir Liputan6.com, Jack Ma pindah ke Seattle, AS pada tahun 1995 dan bekerja sebagai penerjemah. Saat itulah nasib barunya dimulai. Ia mengenal komputer dan internet dari temannya saat tinggal Seattle. Jack Ma merasa tertarik. Ia kemudian mencoba internet dan melakukan browsing dan searching tentang Tiongkok. Namun hasilnya nihil.

Dari situlah Jack Ma berpikir untuk membuat sebuah layanan direktori bisnis online bernama China Pages. Namun ia gagal membangun layanan tersebut. Akan tetapi, ia memiliki ide lain yang lebih cemerlang, yakni sebuah perusahaan e-commerce bernama Alibaba.

Alibaba dan Jalan Jack Ma Menjadi Milyader

Sejak awal Jack Ma sudah memikirkan sebuah nama, yakni Alibaba. Nama itu dipilih karena dapat diucapkan semua orang dari negara manapun berlatar bahasa dan dialek apapun. Bahkan dari awal, Jack Ma sudah memikirkan bahwa perusahaannya akan mendunia. Sejak membuat nama, ia tak berpikir memulai dari perusahaan kecil melainkan membuat rencana untuk sebuah perusahaan global.

Untuk mengecek nama Alibaba, Jack Ma bahkan melakukan riset kecil-kecilan saat ia berada di San Fransisco. Ia menanyakan tentang Alibaba kepada beberapa orang dari berbagai negara dan semuanya tahu tentang nama tersebut. “Aku turun ke jalan untuk bertanya kepada sekitar 20 orang dan mereka semua tahu nama Alibaba. Aku kemudian memutuskan menggunakan nama tersebut,” tuturnya.

Maka dimulailah rencana Jack Ma untuk Alibaba dengan mengumpulkan 12 orang teman di tempat tinggalnya di Hangzhou. Bersama mereka, ia berhasil mengumpulkan modal sebanyak USD 60 ribu untuk memulai start up Alibaba. Keinginan Jack Ma, Alibaba mampu memfasilitasi para pedagang lokal Tiongkok untuk tembus pasar internasional.

Keinginanya terijabah bahkan lebih dari itu, ia memfasilitasi banyak pedagang kecil di seluruh dunia. Di tahun 2016, Alibaba.com menjadi perusahaan retail terbesar mengalahkan Walmart. Bisnis Alibaba beroperasi di lebih dari 200 negara dan menjadi perusahaan internet terbesar di dunia. Dibanding e-commerce dunia lain, Alibaba bahkan memiliki laba yang lebih tinggi dari Amazon dan Bay.

Tahun 2017, Alibaba masuk dalam daftar top 10 perusahaan paling bernilai di dunia. Di Asia, Alibaba bahkan menduduki peringkat pertama sebagai perusahaan paling berharga. Tak hanya e-commerce, Alibaba pun mulai merambah di bisnis lain termasuk entertainment. Dengan banyaknya ekspansi, pendapatan Alibaba selalu naik 3 digit persen setiap tahunnya.

Jangan tanya pendapatan Jack Ma. Saat usianya 50 tahun, menurut Indeks Bloomberg, Jack Ma bahkan telah memiliki kekayaan bersih sebesar USD 26,5 miliar. Hartanya terus bertambah dengan fantastis. Menurut Forbes, kekayaan Jack Ma saat ini, di usianya 52 tahun, mencapai USD 35,5 miliar.

 

Masuk Daftar Orang Terkaya

Menakjubkan dan inspiratif tentang bagaimana seorang Jack Ma, anak miskin yang hidup di daratan Tiongkok, mantan guru dengan penghasilan Rp 120 ribu, kini memiliki harta hingga triliun rupiah. Dengan harta sebanyak itu, ia pun masuk dalam daftar orang terkaya dunia.

Menurut Bloomberg Billionaires Index, Jack Ma menjadi peringkat pertama dalam daftar orang terkaya di Tiongkok dan peringkat kedua dalam daftar orang terkaya di Asia. Tahun 2015 lalu, namanya masuk dalam daftar orang paling berpengaruh di dunia di urutan ke-22. Bahkan ia menjadi warga Tiongkok pertama yang muncul di Majalah Forbes.

 

Jalan kehidupan Jack Ma seakan terungkap dari salah satu quotenya, “Today si cruel. Tomorrow si crueler. And The Ray Rafter Tomorrow si beautiful.”

You May Also Like