Kim Jung-Ju, Kumpulkan Kekayaan Sebesar $5,2 Milyar dari Game Online

Kum Jung ju merupakan salah satu pemilik perusahaan game online Korea Selatan bernama Nexon. Ia menjadi chairman perusahaan induknya NXC. Dia memiliki NXC, perusahaan holding Nexon saat ia masih berusia 20 tahun.

Menurut The Superrich Team’s “Korean’s Richest 100,” Kim memiliki aset senilai 2 triliun won ($ 1,7 miliar) melalui kepemilikan perusahaan NXC. Dia menempati urutan ke-12 pada 30 Januari dalam daftar orang terkaya di Korea Selatan.

Kim merupakan pemegang saham terbesar dari perusahaan induk sebanyak 48,5 persen saham. Bila distandarisasi dengan total kepemilikan, sahamnya bernilai sekitar 2,7 triliun won.

 

Ditambahkan 21,15 persen saham yang dipegang oleh istrinya, Kim memiliki 69,65 persen dari total sahamnya. Asetnya yang distandarisasi dengan total kepemilikan minimal 900,9 miliar won.

Nexon Group memiliki struktur pengelolaan vertikal dengan Kim di tengahnya. NXC, yang kepemilikannya didominasi oleh Kim, memberikan pengaruhnya atas anak perusahaan lainnya. Di bawah NXC, ada perusahaan Jepang Nexon, diikuti oleh Nexon Korea.

Istri Kim telah terlibat dalam bisnis ini sejak berdirinya Nexon pada tahun 1994, dan telah memainkan peran penting dalam pengembangannya sebagai direktur tim manajemen pendukung kantor pusat. Tidak banyak informasi yang terungkap tentang Yoo bahkan di dalam perusahaan dan karena itu, dia dikenal memiliki tipe otoritas yang lebih terpencil daripada suaminya.

Pengaruh Kim di NXC

 

Kim tidak banyak tampil dimuka dalam manajemen, tapi sebagai pemegang saham terbesar, dia terlihat memiliki pengaruh yang sebenarnya terhadap perusahaan.

Kim memang terkenal sebagai “master of investment” saat ia memperbesar Nexon melalui strategi merger dan akuisisi. Melalui anak perusahaan NXMH yang fokus pada investasi NXC, Kim mengambil alih situs perdagangan Lego online Bricklink pada tahun 2013, dan di tahun yang sama, dia juga mengambil alih perusahaan produk bayi global Stokke di Norwegia.

Pada bulan Agustus 2015, ia juga berinvestasi di perusahaan perdagangan sosial WeMap melalui NXC. Selain itu, dia telah bermitra dengan perusahaan investasi ventura Amerika Colloked Fund sejak tahun 2014.

Dana tersebut telah mengumpulkan modal senilai $ 33 juta untuk diinvestasikan ke berbagai startup. Kim telah berinvestasi di berbagai sektor termasuk industri mobil elektronik, perusahaan modul lunar dan empat perusahaan makanan masa depan.

Secara khusus, Kim dikatakan telah menerima nasehat dari ayahnya dalam mengembangkan bisnisnya. Ayah Kim, Kim Kyo-chang, adalah pengacara perusahaan di firma hukum Jeongyul.

 

 

 

Riwayat Hidup Kim Ju Ju

Kim lahir pada tahun 1968. Ia meraih gelar Bachelor of Arts di bidang ilmu komputer dan teknik dari Seoul National University. Dia meraih gelar master dan PhD di bidang teknik elektronik dan ilmu komputer di Institut Lanjutan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Korea.

Setelah lulus dari Universitas Nasional Seoul sebagai sarjana teknik Ilmu Komputer dan Teknik, Kim Jung-ju menyelesaikan gelar master dan doktoralnya di sekolah KAIST of Computing. Pada tahun 1994, ia mendirikan perusahaan game online Nexon, yang merupakan industri yang belum populer saat itu.

Ayahnya, menjadi sosok pendukung paling kuat pendirian perusahana game online Nexon. Ayahnya tahu bahwa Kim sedang mencoba membangun Sesuatu yang sedang tidak biasa pada masanya.

Meskipun demikian, ayah Kim melihat peluang besar di masa depan, sehingga ayah Kim membantu anaknya dengan memberikan pinjaman sebesar 60 juta won sebagai dana bisnis. Dana tersebut dihabiskan Kim untuk mencari studio di Yeoksam-dong yang kemudian digunakan sebagai kantor.

Nexon pertama kali muncul dengan game grafis pertama Massively Multiplayer Online Role-Playing Games “Kerajaan Angin” pada tahun 1996 dan “Crazyracing Kartrider” pada tahun 2004 yang sukses besar. Dua buah game inilah yang menjelmakan perusahaan tersebut Nexon menjadi perusahaan game terbesar di Korea.

Pada akhir Maret 2017, Nexon Group memiliki 55 badan usaha, 17 perusahaan domestik dan 38 di luar negeri. Selama lima tahun pertama berdirinya, ayahnya memainkan peran sebagai konsultan yang menangani beragam kontrak sebagai perwakilan Nexon.

Kim Jung-Ju Tersandung kasus suap

Senior Kim, Jin Kyung Joon, lahir di Seoul, dan lulus dari Seoul High School dan Universitas Nasional Seoul jurusan hukum. Pada tahun 1962, dia menjadi hakim di Pengadilan Distrik Seoul dan pada tahun 1966, dan membuka praktik pribadi sebagai pengacara saat menjabat sebagai presiden Institut Hukum Parlemen Korea dan Asosiasi Notaris Korea.

Kim sempt terlibat dalam skandal Jin Kyung-joon. Kim dituduh menyediakan saham gratis dan biaya perjalanan ke luar negeri ke Jin, mantan jaksa penuntut dan rekan rekan Kim dari kelas SNU pada tahun 1986.

Skandal ini menjadi tantangan terbesar dalam hidup Kim, pasalnya ia tidak pernah terlibat skandal besar sebelumnya sejak pendirian perusahaan. Skandal Kim berdampak cukup besar pada stabilitas saham perusahaan di Bursa Saham Korea selama Kim menjalani penyelidikan di hadapan jaksa.

Kim pun merilis permintaan maaf sebagai direktur Nexon karena telah terlibat dalam skandal. Kim juga memutuskan untuk mengundurkan diri paska tuduhan dilayangkan kepadanya.

 

baca juga

Jun-Hyuk Bang

 

500 Kisah Pengusaha Sukses

 

 

Kim dinyatakan tidak bersalah pada persidangan pertama yang berlangsung pada 13 Desember karena kurangnya bukti yang terkait. Akan tetapi, penyelidikan masih berlanjut.

Jin diadili karena dianggap telah menerima uang senilai 900 juta won termasuk dana untuk membeli pangsa saham Nexon Jepang, mobil, dan perjalanan ke luar negeri.

Sementara itu, pada 2016, Kim Ju Ju dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan suap. Pengadilan memutuskan bahwa biaya saham dan perjalanan yang diterima Jin dari Nexon bukan untuk tujuan penyuapan.

You May Also Like