Undercover.co.id—Peluang Bisnis Menggiurkan: Kerajinan Limbah Batuk Tembus Filipina dan Inggris
Bagi orang-orang desa, pasti sangat mudah untuk melihat batok kelapa berserakan di halaman rumah, beberapa yang kering dijadikan bahan bakar atau dibuang begitu saja.
Di daerah tertentu batok kelapa digunakan sebagai bahan utama pembuatan arang.
Kemudian arang tersebut menjadi bahan utama untuk memasak atau untuk pembakara sate.
Arang yang dibuat juga dijual di pasar-pasar dan harganya sangat murah, peluang mendapatkan pendapatan yang berlimpah dari hal itu sangat sedikit.

Batok Kelapa Menjadi Kerajinan Tangan

Berbeda dengan pengusaha yang dapat melihat peluang bisnis dari batok kelapa.
Ketika kita melihat sebuah desa yang khusus kehidupan mereka ditopang oleh hasil kerajinan tangan, kita bisa melihat salah satu hasilnya berupa kerajinan yang berbahan dasar batok.
Akan tetapi, berapa banyak dari pengrajin itu yang berhasil menembus pasar internasional seperti Filipina dan Inggris?
Peluang itu bisa dicapai karena mendapatkan dorongan nyata dari segi modal sampai dengan pemasaran, dan itulah yang berhasil dilakukan oleh Tiar Bachroni (24) warga Desa Ngemplak Gang 2, RT 2 RW 1, Kecamatan Undaan, Kudus.
Tiar berhasil mengubah limbah batok kelapa menjadi kerajinan tangan yang bernilai seni tinggi sampai diminati oleh warga di Filipina dan Inggris.

Alat Rumah Tangga dari Batok Kelapa

Tiar mengubah tempurung kelapa atau yang biasa disebut batok ole masyarkat menjadi berbagai macam benda yang menarik sehingga bernilai tinggia.
Tiar memanfaatkan batok kelapa menjadi bahan utamanya untuk dijadikan alat rumah tangga  dan aneka souvenir seperti gantungan kunci, cangkir, mangkuk, sendok, tas, miniatur mobi, lampion, helm, asbak, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Kurang lebih dengan tangan terampilnya, ia mampu menghasilkan seitar 50 jenis kerajinan dari batok kelapa.
 

Dikirim ke Filipina dan Inggris

Hasil kerajinan tangan dari Tiar ini mendapatkan respon yang sangat positif di Indonesia.
Selain itu juga mendapatkan respon positif sampai ke Filipina dan Inggris.
Pasar luar negeri terbuka untuknya sejak pariwisata dibuka secara luas dan membuat warga neara asing dapat melihat kerajinan indonesia yang dipasarkan di berbagai lokasi wisata.
Hal ini juga memicu mereka untuk mengetahui lebih banyak hasil karya kerjainan tangan Tiar.
Peluang bisnis itu akhirnya membuka kesempatan pada Tiar untuk melakukan pengiriman ke Filina dengan jumlah yang cukup banyak yakni 100 buah kerajinan.
Hal yang sama juga terjadi di Inggris, ia pernah mengirim sejumlah 40 buah kerajinan tangan yang terbuat dari batok itu.
Tidak memungkiri bahwa meski baru sekali dapat menembus Inggris, Tiar mendapatkan energi positif dari pengiriman tersebut.
Ia percaya, peluang emas kerajinan batok ada di depan sana, sehingga dia terus memperjuangkan usaha kerajinan tangan yang berbahan dasar batok itu.

Warga Asing Suka Alat Rumah Tangga Dari Batok Kelapa

Kesan klasik, otentik, dan unik membuat warga asing menyukai alat-alat rumah tangga.
Di samping itu, karena bahannya yang natural membuat warga asing semakin tertarik.
Bagaimanapun banyak warga negara asing yang memiliki komitmen untuk menggunakan barang yang ramah lingkungan, karenanya mereka lebih tertarik pada barang-barang seperti sendok dan cangkir dari batok.
Barang yang dikirim ke Inggris dan ke Filipina pun juga kebanyakan adalah alat-alat rumah tangga yang dibutuhkan oleh warga asing.

Brand Oni Made Batok Craft  Bersaing Dengan Toko Online

Guna meningkatkan brand dan keterkenalan produk-produk batok, Tiar mengangkat merek Oni Made Batok Craft untuk menandai hasil kerajinan tangannya.
Pemilik merek Oni Made Batok Craft ini juga tidak ingin jika hasil kerajinan tangannya diklaim oleh orang lain ketika tidak dicap dengan brandnya sendiri.
Di samping itu, dikarenakan dia selama ini menggunakan sistem pemasaran online murni, dibutuhkan nama brand yang menarik perhatian masyarakat.
Di media sosial, ada banyak sekali pesaing craft yang menawarkan model-model kerajinan dengan harga yang cukup kompetitif.
Pemilik brand ini tidak ingin ketinggalan dan sampai tidak mendapatkan keuntungan sama sekali karena brandnya kalah nama, maka ia pun melancarkan strategi pemasaran digital secara masif.

Menembus Pasar Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi

Pemilik Oni Made Batok Craft mengaku pangsa pasar brandnya sangat ramai di sebagian pulau besar pulau seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan juga Pulau Jawa.
Dengan pemasaran online, dia mampu menjangkau konsumen dari daerah-daerah tersebut.
Tidak hanya membuka official toko online di media sosial, Oni juga diperluas pasarnya sampai dengan membuka toko online di paltform jual beli ternama di Indonesia.
Dengan mengandalkan pemasaran digital ini, ia memasarkan produk-produknya dengan harga di kisaran IDR 10.000 sampai dengan IDR350.000.
Harga akan semakin mahal jika hasil kerajinan yang ditawarkan juga semakin rumit dan memiliki kualitas yang berbeda dari barang lainnya.
Intinya, harga jual ditentukan berdasarkan pada tingkat kesulitan dan keinginan pemesan.
Bila semakin sulit, maka harganya pun bisa semakin tinggi.
Satu hal yang pasti, brand Oni milik Tiar ini tidak menoleh pesanan dan desain yang diinginkan pelanggan.

Bermula dari Limbah Batok Kelapa

Asal mula kreatifitasnya dimulai dari hal sederhana.
Semuanya dimulai dari keprihatinan Tiar ketika melihat sejumlah limbah batok berada di sekitar rumahnya.
Dia sering melihat limbah batok tersebut hanya sekedar di bakar, dan hasil bakarannya dijadikan arang untuk memasak.
Itupun hanya sebagian, lalu sebagian besarnya yang lain terbuang begitu saja.
Bila tidak diurus dengan baik hasil pembakarannya akan mengganggu masyarakat karena bisa diterbangkan oleh angin.
Akhirnya limbah bakaran batok kelapa itu menjadi polusi udara di lingkungannya.
Melihat hal itu, Tiar memikirkan sebuah jalan: cara untuk memanfaatkan limbah batok menjadi benda yang bernilai jual tinggi.
Kreatifitasnya pun diuji, dimulai dari empat tahun yang lalu, ketika ia mendapatkan ide untuk mengolah batok kelapa menjadi barang seni.
Dia yakin mampu memasarkannya karena ada teknologi internet yang akan mempermudahnya melakukan pemasaran.
Rencananya pun dilaksanakan, dimulai dari mengelola batok terlebih dahulu menjadi beberapa barang kerajinan yang unik dan bernilai jual, Tiar kemudian membuka platform toko online di situs online.
Dari sana, dia memperkenalkan produknya ke masyarakat luas.
Perlahan namun pasti, akhirnya datanglah pelanggan yang membuatnya semakin percaya diri untuk memasarkan produknya lebih gencar lagi.
Sampai akhirnya, usahanya mendapatkan perhatian dari pelanggan di luar negeri.
 
baca jga
Wira’s Silver Bali Membawa Keindahan Kerajinan Perak Khas Bali
1000.001 Ide Bisnis UKM Dengan Modal Mulai 100 Ribu
800 Jenis Usaha Yang Menjanjikan Dengan Modal Kecil
100 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar
 
 
 
Dari empat tahun lalu sampai sekarang, brand Oni Made Batok Craft ini terus meningkatkan kualitas dan meningkatkan pula model-model kerajinannya.
Demikian pemaparan tentang salah satu peluang bisnis kerajinan tangan yang diambil oleh seorang pengusaha bernama Tiar Bachroni dari Kudus.
Peluang bisnis yang menarik dari limbah batok ini semoga dapat menginspirasi anda untuk membuka bisnis dari limbah lainnya.
 

You May Also Like