Kenikmatan Nostalgia di Kopi Aroma

Menyusuri Jl. Pecinan Lama di kawasan Banceuy, tidak mengira sebelumnya bahwa di antara toko-toko bahan bangunan yang padat di daerah ini, terselip sebuah toko yang tampak berbeda.

Disertai warna coklat yang menghiasi bingkai pintu masuknya, dari dalam bangunan yang telah berdiri sejak dulu kala ini telah dilahirkan karya kuliner yang sangat terkenal, bahkan hingga terdengar namanya di telinga para wisatawan mancanegara.

Kopi Aroma , sebuah nama kopi yang diproduksi oleh bangunan yang yang tampak berukuran mini dari luar ini. Popularitas ini ini tidak dibangun dalam semalam. Semua ini diperoleh dari hasil kerja keras pendiri pertama perusahaan kopi ini, Tan Houw Sian, beserta anaknya, Widyapratama yang kini menangani perusahaan ini.

Pada tahun 1920 – 1930 sang pendiri – Tan Houw Sian – bekerja untuk orang Belanda, dan mempelajari proses pembuatan kopi ini perlahan-lahan. Hal inilah yang memprakarsai Beliau untuk mendirikan perusahaan dan pabrik kopi yang pada mulanya terkenal dari mulut ke mulut.

Kopi dengan rasa yang masih murni ini lahir dari proses yang terhitung tidak sebentar, tidak seperti kopi lain yang tercipta dengan campur tangan bahan kimia, kopi ini masih alami. Bermula dari bibit unggul dari seluruh tanah air – Aceh, Jawa dan Toraja – yang kemudian dijemur langsung oleh sinar matahari tepat di belakang pabrik.

Selesai dijemur, bibit kopi ini disimpan selama 5-8 tahun untuk menghilangkan kadar asam dan kafein di dalamnya. Selesai disimpan di dalam gudang yang sangat besar, kopi ini pun disangrai menggunakan alat sangrai yang berusia kurang lebih 63 tahun, dengan bahan bakar kayu karet limbah dari Cianjur yang ramah lingkungan.

Proses selanjutnya adalah pemilihan bibit unggul kopi yang telah berwarna coklat tersebut. Setelah biji kopi terbaik didapat, maka siap untuk diproses menjadi kopi bubuk.

Selain dijual dalam bentuk bubuk, kopi ini juga bisa didapatkan dalam bentuk yang masih berupa biji, biasanya konsumen yang membeli biji kopi unggul ini berasal dari cafe, kedai kopi dan restoran yang terkenal.

Dalam bentuk bubuk, kami menemukan 2 jenis kopi yang tersedia di sini, yaitu kopi robusta yang berusia 5 tahun, dan kopi arabika yang telah berusia 8 tahun.

Robusta bermanfaat sebagai obat diabetes, darah rendah dan menambah memori. Sedangkan arabika dengan kadar kafein yang sangat rendah baik bagi penderita darah tinggi. Selain itu kopi ini tidak membuat perut kembung dan dapat membakar lemak.

 

 

Dengan harga yang relatif murah – sekitar Rp.10.500 – Rp.13.500 sebungkus – toko kopi ini selalu dipadati oleh pengunjung. Diakui oleh seorang pembeli, Beliau telah menjadi pelanggan tetap sejak tahun 1951 dan baginya kopi ini merupakan kopi tersedap yang pernah ditemui.

Jadi, para pecinta kopi, penasaran dengan rasa dari Kopi Aroma ini? Ayo kemari dan dapatkan sensasi yang luar biasa dari kopi ini!

You cannot copy content of this page