Hui Ka Yan, Miliarder Asia Bisnis Properti Berawal Dari Supir Truk

Orang terkaya di Asia saat ini ialah Hui Ka Yan, seorang Chairman China Evergrande Group (China Evergrande), estimasi kekayaannya mencapai US$ 42,4 milir. Gelar orang teraya se Asia sebelumnya adalah Ma Huateng seorang pendiri Tencent Holdings Limited yang mengoleksi harta senilai US$ 39,1 miliar.

Kinerja bisnis Hui Ka Yan yang luar biasa membuat bisnisnya bergerak cepa melampaui usaha yang digagas oleh Ma Huateng. Peruntungan Hui di dunia saham sangat mengejutkan.  Harga saham China Evergrande, perusahaan Hui yang begerak di bidang usaha property itu melejit lima kali lipat menjadi HK$30,4 per saham, padahla setahun lalu hanya di level HK$ 5,44 per saham.

Kinerja Semester yang Menawan

Salah satu penyebab lonjaka harga saham China Evergrande ialah kinerja semester I-2017 sangat menawan. Di catat, dari Forbes, pada paruh pertama tahun 2017, China Evergrande membukukan pertumbuhan pendapatan sebanyak 115%  atau menjadi 188 miliar yuan atau setara US$ 28 miliar. Sedangkan laba bersihnya melesat 832% menjadi 18,8 miliar yuan.

 

Asal tahu saja, hingga akhir Juni 2017, China Evergrande tengah mengerjakan 547 proyek. China Evergrande merupakan pengembang sejumlah proyek ambisius, sebagai contoh pada 27 Agustus lalu, China Evergrande mengumumkan akan membangun 15 taman hiburan raksasa di seluruh China.

Pembangunan ini ditargetkan akan selesai antara tahun 2019-2022. Sebelumnya, perusahaan ini membangun taman hiburan dengan anggaran US$ 7 miliar. Diperkirakan, satu taman hiburan yang dibangunnya itu, kelak mampu menarik kurang lebih 15 juta pengunjung dengan kontribusi pendapatan US$ 3 miliar per tahun.

Taman hiburan China Evergrande diperkirakan akan menyediakan 33 wahana permainan berskala besar. Itu berarti tama hiburan China Evergrande akan mengalahkan Shanghai Disney Resort yang memiliki sekitar 18-22 wahana.

China Evergrande sendiri ambisius untuk merebut hati masyarakat China dan juga menyaingin keberhasilan Disney Resort.

Strategi yang akan dilakukan oleh taman hiburan China Evergrande ialah akan menampilkan karakter-karakter mitologis China dalam wahana permainannya. Sebut saja karakter mitologis Chang’e yang disebut sebagai dewi bulan, dan Pan Gu karakter mitologis China berwujud raksasa sebagai pencipta alam semesta.

 

Profil Hui Ka Yan

Hui Ka Yan mengepalai pengembang real estat ternama di Hong Kong, Evergrande Real Estate of Guangzhou, yang aktif pula dalam bidang bisnis properti residensial dan komersial. Hui Ka Yan juga memberi perhatian khusus pada dunia kesehatan dengan membuka Evergrande Healthcare yang bermitra dengan Rumah Sakit Brigham dan berafiliasi dengan Harvard.

Untuk Anda ketahui, kisah sebelum Hui Ka Yan menjadi orang terkaya se-Asia sangat menarik untuk diikuti. Hui Ka Yan lahir di tengah-tengah keluarga Militer, di mana ayahnya adalah seorang mantan tentara revolusi Tiongkok.

Ibu Hui Ka Yan telah meninggal ketika Hui Ka Yan berumur 1 tahun. Akan tetapi, ada yang unik pada perkembangan kepribadian Hui Ka Yan, ia yang suka menggambar, sering menggambar wajah ibunya.

Pada saat masih remaja, Hui Ka Yan tidak ingin tinggal selamanya di desa. Setelah lulus SMA, ia memutuskan untuk pergi dari desanya dengan menjadi supir traktor.

Padahal, pada masa remaja Hui Ka Yan, desanya memiliki tradisi di mana anak-anak ketika beranjak remaja harus tetap tinggal di desa untuk bekerja. Akan tetapi, Hui Ka Yan memiliki pemikiran yang berbeda, ia berpikir bahwa mungkin ketika menjadi supir, ia bisa mengubah hidupnya.

Tekadnya cukup kuat sehingga ia mencoba cara tersebut untuk mengubah hidupnya, sayangnya ia tak bisa bertahan lama. Ia bertahan menjadi supir traktor hanya dalam waktu seminggu. Hui Ka Yan pun memutuskan untuk bekerja di kota. Pada saat itu, menjadi satpam restoran di kota.

Hui Ka Yan  Memutuskan untuk Kuliah

Ketika bekerja menjadi satpam, Hui Ka Yan tidak merasa puas. Ia merasa membutuhkan hal lain. Ia pun memutuskan keluar dari pekerjaannya.

Pada saat itu, selama setahun Hui Ka Yan menganggur selama setahun. Perubahan terjadi dimulai pada tahun 1976, Hui Ka Yan mendapatkan informasi bahwa ada penerimaan mahasiswa universitas di kota.

Hui Ka Yan memutuskan untuk mencoba, sayang pada percobaan pertama Ka Yan gagal. Meskipun demikian, ia tidak berputus asa, ia justru ingin mencobanya kembali di saat ada kesempatan.

Hui Ka Yan akhirnya kembal belajar di sekolah setara SMA. Ia mengikuti beberapa kelas di SMA untuk mensukseskan ujian masuk kedua di universitas. Akhirnya, usahanya membuahkan hasil, di mana Ka Yan diterima di Wuhan Institute of Metallurgy.

Satu hal yang sangat diingat Ka Yan, ada sebuah proses bagaimana ia bisa memperoleh kemampuan public speaking yang baik. Kisahnya dimulai ketika Ka Yan mendapatkan tugas kampus meneliti tentang kebersihan kampus.

Pada saat itulah, ia wajib masuk ke setiap asrama untuk melakukan survei. Mau tidak mau, dalam proses itu juga Ka Yan harus belajar untuk melakukan public speaking, agar penghuni asrama mau disurvei.

Akhirnya, lagi-lagi proses tak mengkhianati, ia berhasil melakukan tugasnya dan juga mendapatkan bonus berupa mendapatkan kmampuan public speaking yang baik di depan orang banyak.

Meskipun sudah kuliah, bukan berarti Ka Yan langsung bisa membangun usaha dan menjadi kaya raya. Ada proses lain yang juga harus dijalaninya.

Setelah lulus kuliah, seperti halnya mahasiswa lainnya, Ka Yan mencoba untuk bekerja dalam bidang-bidang khusus, senormal anak baru lulus. Pada saat itu, pengalaman pertama Ka Yan bekerja ialah di Wuyang Steel di kota besar, Henan. Dia bekerja selama 10 tahun.

Selama itu, ia berhasil menabung sebesar 20 ribu yuan.

Setelah itu, Ka Yan keluar dan memilih bekerja sebagai sales real estate. Pada saat itu, ia tertarik menjadi sales karena mendapat iming-iming gaji tinggi.

Rupanya, Ka Yan menjadi salesman selama 5 tahun dengan gaji 3000 yuan per bulan. Lagi-lagi Ka Yan tidak puas, karena ia merasakan keberhasilannya di mana setiap kali berhasil meloloskan ratusan ribu dolar dengan klien, dia tidak mendapatkan apa-apa selain gaji per bulan yang tak seberapa jika dibandingkan dengan ratusan ribu dolar yang berhasil diikatnya dari klien.

 

baca juga

Suh Kyung-Bae, Cetak US$ 6,6 Miliar

500 Kisah Pengusaha Sukses

Maka, Ka Yan pun berpikir ulang setelah peristiwa itu, ia memutuskan untuk membuat sendiri perusahaan real estate. Dimulailah petualangannya membuka Evergrande, yang kini sebuah perusahaan real estate yang sangat besar di Tiongkok.

Perusahan ini pula yang membuatnya dinobatkan sebagai pengusaha terkaya se-Asia.

 

You May Also Like