Habibi Garden, startup asal Indonesia yang sebelumnya telah memenangkan ajang pencarian dan pengembangan teknologi The NextDev Telkomsel pada 2016 lalu, tahun ini kembali berhasil menorehkan prestasi di ajang penghargaan internasional Global Mobile Awards 2019 yang diselenggarakan Mobile World Congress (MWC) di Barcelona, Spanyol.
Habibi Garden berhasil menyingkirkan ribuan kontestan lain dari berbagai negara dalam nominasi ‘Social Good: Outstanding Mobile Contribution to UN SDGs’ dan meraih title Best 5 dalam kategori tersebut.
Kategori ini merupakan sebuah bentuk kontribusi terhadap misi pengembangan sosial dari PBB yang tertera dalam panduan United Nations Sustainable Developtment Goals, poin-poin penting yang tertera di dalamnya antara lain;
decent work and economic growth, no poverty, zero hunger, life on land, good health and well-being, industry, innovation, and infrastructure, reduced inequalities, sustainable cities and communities, responsible consumption and production, dan partnerships for the goals.
Habibi Garden menerapkan IoT (Internet of Things) sebagai model bisnis mereka di bidang agrikultur. Melalui inovasi ini, para petani bisa dengan mudah memantau setiap aspek dari kebutuhan tanaman mereka.
 
Habibi garden menawarkan inovasi yang sangat berguna untuk proses optimasi pertumbuhan tanaman, dengan teknologi sensor yang dapat mengumpulkan data temperatur, intensitas cahaya, kelembapan udara, kadar air, dan kadar nutrisi dalam tanah, kita bisa mengetahui setiap perubahan kondisi tanaman melalui perangkat gawai.
 
Selain berguna untuk memantau kondisi tanaman, Habibi Garden juga menawarkan solusi penyiraman dan pemberian pupuk secara otomatis.
Penerapan inovasi ini terbukti dapat meningkatkan produktivitas, meminimalisir resiko gagal panen, sekaligus meningkatkan pendapatan para petani.
 
Setelah digunakan oleh lebih dari 1.300 petani di Indonesia, teknologi yang ditawarkan Habibi Garden diklaim telah membuat perolehan hasil panen meningkat, sebagai contoh yaitu para petani tomat di Cipanas, yang awalnya hanya memiliki nilai jual 6.000 rupiah/kg, perlahan meningkat menajdi 7.000 rupiah/kg, dan untuk total keseluruhannya, nilai panen meningkat hingga 8 miliar rupiah dalam kurun waktu kurang dari 10 bulan.
 
baca juga
6 Startup Anti-Mainstream
900 Pebisnis Start Up Bisnis Digital Di Dalam Dan Luar Negri
 
Menariknya lagi, penemuan ini bahkan sempat menarik perhatian Menteri Luar Negeri Jerman Frank Walter Steinmeier, dimana akhirnya Habibi Garden berkesempatan untuk mempresentasikan produknya di depan Menlu Jerman di sela-sela perhelatan ”Falling Walls 2016: Young Inovator of The Year”.
Pencapaian ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi Indonesia karena telah membangun inovasi yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

You May Also Like