Beragam kedai kopi di Indonesia bermunculan baru-baru ini.

Semuanya menawarkan kekhasan cita rasa kopi dengan sekaligus tawaran cafe yang menarik.

Dalam setiap cafe yang muncul ada ciri khas seperti konsep desain interior sampai dengan cara penyajian kopinya.

Kekhasan ini jugalah yang ditonjolkan oleh Dua Coffee yang merupakan salah satu merek pendatang baru.

Hanya saja, sasaran pasarnya tidak hanya pecinta kopi tanah air tapi juga pecinta kopi di luar negeri.

Dibuktikan dengan dua Coffee sudah merambah tanah Washington DC.

Tentang Dua Coffee

Dua Coffee merupakan kedai kopi asli Indonesia yang berdiri pertama kali di Cipete.

Kini, ekspansi bisnisnya sudah mencapai Amerika Serikat, tepatnya diibukotanya, Washington DC.

Pendirian kedai kopi Dua Coffee di Washington DC sudah dilaksanakan sejak Februari 2019 lalu.

Dikutip dari bisnis.com, Co-owner Dua Coffee Omar Karim Prawiranegara mengungkapkan, kesempatan membawa Dua Coffee ke Washington DC sendiri tak terduga.

Kesempatan ini datang bermula saat Dua Coffee diajak Kementerian Pariwisata RI untuk pameran di New York Travel Fair.

Dua Coffe menjadi kandidat untuk melakukan pameran di segmen kopi melengkapi tawaran travelling di bidang kuliner.

Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka mendukung pariwisata Indonesia.

Secara tak terduga, pengunjung antusias dengan sajian kopi yang diperkenalkan oleh Dua Coffe.

Pada saat itu, pihak Dua Coffee juga diajak bertemu dengan kantor berita VOA dan ke Washington DC.

Dari hasil pertemuan itu, Dua Coffee mengetahui bahwa di Amerika Serikat belum ada kedai kopi asal Indonesia.

Tanpa menunggu lama, Dua Coffee pun memutuskan untuk membuat brand Dua Coffee bisa ada di Amerika Serikat.

 

 

Potensi Bisnis Menjanjikan

Ketika Dua Coffee melihat potensi bisnis kedai kopi yang menjanjikan di Amerika Serikat, maka mereka tidak ragu-ragu untuk menawarkan kopi racikannya.

Mereka menjumpai konsumen kopi di AS yang tertarik dengan kopi asli yang berasal dari Indonesia.

Kesempatan ini juga bisa menjadi potensi bisnis yang menghasilkan profit besar karena menjadi bagian dari pelebaran sayap pariwista Indonesia.

Dengan adanya kopi Indonesia di sana, Dua Coffee meningkatkan potensi orang Amerika Serikat untuk mengetahui Indonesai sebelum akhirnya menjejakkan kakinya di Indonesia.

Kesempatan seperti ini menjadi sebuah nilai tambah dari Dua Coffee dalam menawarkan cita rasa yang khas Indonesia.

Dua Coffee di AS Sajikan 60 Persen Biji Kopi dari Indonesia

Seperti yang dapat anda duga, Dua Coffee membawa konsep untuk memperkenalkan beragam kopi yang dihasilkan oleh Indonesia.

Saat ini, konsumen kopi di AS baru mengetahui kopi Indonesia hanya yang berasal dari Sumatera, sedangkan sesungguhnya kopi di Indonesia sangat beragam.

Oleh karenanya, dengan membawa semangat memperkenalkan biji kopi asli Indonesia, Dua Coffee menjanjikan sajian kopi yang 60 persen bijinya dari Indonesia.

Sisanya, untuk meraih peluang lebih besar dihadirkan juga kopi dari negara Columbia dan Ethiopia.

Tujuannya, agar konsumen AS bisa beradaptasi secara perlahan dan memperkenalkan biji kopi Indonesia pelan-pelan pada mereka.

Mengkampanyekan Indonesia

Tak hanya dari sisi kopinya, melainkan promosi mengenai Indonesia juga dipraktikkan dalam bentuk cup yang digunakan untuk menyajikan kopi.

Cup Dua Coffee disediakan pula dalam bentuk cup bermotif batik Megamendung, Cirebon.

Omar Karim yang dulunya merupakan pegawai di beebrapa perusahaan FMCG multinasional ini telah berhasil membawa usahanya sendiri menuju pasar internasional.

Bekerja bersama Rinaldi Nurpratama yang merupakan teman sekelasnya di bangku kuliah, Omar berhasil membuat konsep yang matang untuk memasarkan kopi Indonesia di Amerika Serikat.

 

 

Awal Mula Bisnis Dua Coffe Dibangun

Bisnis kopi Dua Coffee dibangun sejak akhir tahun 2016 lalu.

Awalnya dikonsep sebagai lokasi berkumpul dan food bazaar.

Akan tetapi, konsep itu berubah menjadi memiliki produk dan brand sendiri.

Bila hanya menyediakan tempat, mereka pendiri Dua Cofee khawatir tidak dapat berkembang sesuai yang diharapkannya.

Maka dari itu, mereka mendirikan brand yang dapat dikendalikan dan dipromosikan sesuai dengan yang dibayangkan.

Pilihan jatuh pada brand kopi karena pendiri Dua Coffee memiliki kenalan dibisnis kuliner.

Seniornya di dunia bisnis ini menyarankan untuk membuka bisnis kopi yang sedang naik daun.

Dia pun mencoba mengikuti saran tersebut sambil meminta diajari persoalan teknik pemasaran, penyediaan bahan baku sampai dengan pengolahannya.

Senior yang sekaligus menjadi mentornya ini kemudian mengajari segala macam teknis pembuatannya.

Mulai dari meracik kopi, memilih bahan baku, sampai service ke pelanggan.

Modal Awal Dua Coffee

Modal awal untuk membangun Dua Coffee ini kurang lebih IDR 100 juta.

Perkembangan dan perolehan investasi terjadi secara bertahap, sehingga pengaturan promosi pengembangan kedai juga dilakukan secara bertahap.

Modal adalah nyawa bagi sebuah usaha, makanya, dibutuhkan ketelitian dan kecermatan dalam mengatur modal.

Ketika pertumbuhan lumayan bagus dan stabil bahkan semakin berkembang, Dua Coffee semain percaya diri untuk memulai investasi di ranah yang lebih besar.

Contohnya seperti memasuki pasar internasional Washington DC.

Pertumbuhan Bisnis Dua Cofee

Sejauh ini, setelah tiga tahun berjalan, pertumbuhan bisnis Dua Coffee meningkat rata-rata 20 persen per bulan.

Omzetnya sekarang sudah mencapai sekitar IDR 400 – 500 juta per bulan.

Dengan pendapatan stabil seperti itu, maka pemilik Dua Coffe sudah bisa mendapatkan kembali modalnya hanya dalam waktu dua bulan.

Dengan perkembangan yang cerah seperti ini, bukan tidak mungkin bahwa Dua Coffee akan segera memiliki cabang luas secara nasional dan internasional.

Inovasi Ruang Dua Coffee

Dua Coffee di Amerika Serikat dihadirkan dalam bentuk desain interior yang disesuaikan dengan kebiasaan orang-orang di sana.

Kedai kopi di Indonesia lebih ditujukan untuk sistem grab and go.

Dengan kata lain pesan, berdiri sebentar, lalu dibawa jalan.

Sistem grab and go ini sesuai dengan jam sibuk masyarakat di sana.

Di mana para pelanggannya adalah para pegawai yang datang ke kedai kopi untuk dapatkan sarapan yang bisa dibawa ke kantor masing-masing.

Meski demikian, Dua Coffee tetap meghadirkan seat di dalamnya, kurang lebih jumlahnya adar 25  seats.

Sementara menu yang ditawarkan benar-benar fokus hanya pada kopi.

Kalaupun ada menu pendamping, itu adalah pastry saja.

Kedai kopi di Amerika Serikat tidak membutuhkan smooking room karena pengunjung tidak menikmati kopi sambil merokok.

Mereka bahkan tidak akan duduk lama di kedai kopi seperti kebiasaan orang indonesia.

Bahkan jarang ada yang menyediakan kedai kopi untuk bekerja.

Bila pengunjung ingin menikmati kopi sambil merokok mereka dipersilahkan melakukannya sambil berdiri di luar, di dekat area pejalan kaki atau pedestrian.

 

baca juga

Menikmati Cita Rasa Kopi Nusantara di Rollaas Coffee & Tea

Panduan Lengkap Pecinta Kopi

Theresia Deka Putri Pengusaha Sukses di Bidang Kopi

 

 

 

Biji Kopi Pilihan Indonesia

Seperti yang sempat disinggung, bahwa biji kopi pilihan yang disediakan Dua Coffee di kafenya merupakan biji kopi pilihan.

Biji kopinya diambil dari daerah Java Ciwidey, Cimulek, Sumatra, Gayo, dan Flores.

Demikian pemaparan tentang kedai kopi Dua Coffee yang sudah berhasil sampai ke Washington DC.

Semoga kisah ini menginspirasi anda.

You May Also Like