Nam Air adalah maskapai penerbangan Indonesia yang merupakan bagian dari maskapai penerbangan Sriwijaya Air.

 

Nam Air membuka rute baru di mulai tanggal 2 Mei 2019.

 

 

Nam Air membuka rute penerbangan baru untuk kawasan domestik.

 

 

Mulai tanggal  1 Mei 2019 rute penerbangan ke kepulauan Kalimantan.

 

 

Rute baru yang dioperasikan tersebut yakni Pontianak-Banjarmasin PP dan Samarinda—Tarakan PP.

 

 

Perluas Konektivitas

 

Nam Air membuka rute baru ini dapat memperluas konektivitas sekaligus bisa meningkatkan pengguna Nam Air.

 

 

Di samping itu, Nam Air juga berupaya untuk menggandeng para traveller agar dapat berpetualang lebih luas sampai ke kawasan Kalimantan.

 

 

Direktur Nam Air sendiri menjelaskan pembukaan rute baru ini sekaligus sebuah upaya dalam mengoptimalkan tren mudik Idul Fitri 1440 H.

 

 

Di mana moment mudik ini akan hadir di awal Juni mendatang.

 

 

Dengan adanya maskapai yang memfasilitasi rute mudik, diharapkan dapat mengurangi kemacetan di daratan.

 

 

 

Di samping itu, juga mempermudah para pemudik untuk segera mencapai rumahnya.

 

 

Penerbangan Semakin Beragam

 

 

Nam Air ikut memeriahkan pilihan penerbangan di Indonesia.

 

 

Dengan adanya rute yang semakin beragam, tentunya orang yang terbiasa

 

menggunakan jasa penerbangan untuk menjangkau lokasi tertentu menjadi semakin banyak pilihan.

 

 

Tidak hanya untuk mudik, tapi juga untuk keperluan bisnsi dan wisata.

 

 

 

Jadwal Penerbangan Rute Baru Nam Air

 

Nam Air membuka jadwal penerbangan untuk rute baru Pontianak Banjarmasin PP berangkat dari Pontiak pukul 07.00 WIB.

 

 

Sedangkan nantinya, pesawat akan tiba di Banjarmasin pukul 09.50 WITA.

 

 

Sementara untuk rute sebaliknya, Nam Air dijadwalkan berangkat dari Banjarmasin Pukul 19 WITA dan tiba di Pontianak pukul 19.50 WIB.

 

 

Di sisi lain, jadwal untuk penerbangan rute dari Samarinda – Tarakan PP dijadwalkan Nam Air berangkat dari Samarinda Pukul 12.20 WITA.

 

 

Nam Air akan tiba di Tarakan Pukul 13.35 WITA.

 

 

Lalu untuk penerbangan sebaliknya dijadwalkan berangkat dari Tarakan pukul 14.20 WITA.

 

 

Kemudian pesawat akan tiba di Samarinda kembali Pukul 15.35 WITA.

 

 

Penerbangan ini akan dilayani setiap hari menggunakan armada ATR 72-600.

 

 

 

Frekuensi Penerbangan  Nam Air

 

Nam Air juga memiliki frekuensi penerbangan yang juga berubah.

 

 

Seiring dengan pembukaan rute baru, Nam Air melakukan perubahan frekuensi untuk penerbangan Banjarmasin-

Samarinda PP.

 

 

Frekuensi penerbangan Nam Air ditambah dari yang tadinya hanya empat kali seminggu berubah menjadi satu kali setiap hari.

 

 

Penambahan ini ditujukan agar dapat mengakomodir permintaan pelanggan yang membutuhkan moda transportasi cepat untuk sampai di tujuan.

 

 

Animo masyarakat terhadap penerbangan ke Banjarmasin-Samarinda atau sebaliknya sangat tinggi.

 

 

Oleh karena itulah, rute penerbangan ditambahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

 

Profil Singkat Nam Air

 

Nam Air dikenal sebagai maskapai penerbangan Indonesia berbasis di Jakarta.

 

 

Maskapai penerbangan Nam Air mulai beroperasi sejak 11 Desember 2013.

 

 

Maskapai ini bertindak sebagai pemasok untuk perusahaan induknya, Sriwijaya Air menggunakan 10 B737-500 Winglets.

 

 

NAM Air memiliki 8 kursi kelas Eksekutif dan memiliki sejumlah 112 kursi untuk kelas Ekonomi  dengan pesawat 5 ATR-72-600s.

 

 

Perusahaan induk Nam Air pada 26 September 2013 mengumumkan untuk membeli pesawat sampai 100 maskapai.

 

 

Pembelian itu direncanakan untuk dioperasikan di masa mendatang.

 

 

Pesawat regional R-80 pun terdaftar seagai maskapai penerbangan kategori 1 oleh Otoritas Penerbangan Sipil Indonesia.

 

 

Status tersebut merupakan penghargaan tertinggi yang disematkan dan dicapai untuk setiap maskapai penerbangan dalam hal memberikan jaminan keselamatanoperasional.

Rencana Awal Nam Air

 

Nam Air dalam perencanaan awalnya diproyeksikan sebagai maskapai penerbangan layanan lengkap.

 

Nam Air diproyeksikan agar bisa bersaing dengan Garuda Indonesia dan layanan Lion Air maupun Space Jet Aviation.

 

 

Perlu diketahui bahwa Space Jet Aviation kemudian berganti nama menjadi Batik Air.

 

 

Akan tetapi, rencana ini batal, Nam Air berubah menjadi feeder untuk Sriwijaya Air.

 

 

Di aman keduanya memiliki skema yang sama dengan yang dijalankan dalam perencanaan penerbangan Lion Air dan Wings Air saat ini.

 

 

Sistem yang sama sebenarnya juga pernah dijalankan oleh Garuda Indonesia pada era tahun 1990an, di mana Merpati Air berperan sebagai feeder untuk Garuda Indonesia.

 

 

Sriwijaya Air berperan sebagai maskapai penerbangan yang melayani rute utama, sedangkan Nam Air berperan sebagai maskapai yang melayani rute sekundernya.

 

 

Akusisi NAM AIR

 

Nam Air mengakuisisi AOC pada 29 November 2013.

 

Stelah proses akuisisi itu, Nam Air melakukan penerbangan pertamanya dari Jakarta ke Pangkal Pinang.

 

 

Di tahun yag sama, tepatnya tanggal 26 September 2013, penerbangan Nam Air sekaligus sebagai tanda perkenalan Nam Air kepada publik sebagai anak perusahaan Sriwijaya Air.

 

 

Nam Air jugua memiliki Boeing 737-500 yang melakukan penerbangan untuk mendarat di Bandara Bali.

 

 

Penerbangan komersial Nam Air terjadi pada 19 Desember 2013 dengan rute penerbangan dari Jakarta ke Pontianak dan dari Pontianak ke Yogyakarta.

 

Penamaan Nam Air

 

 

Nam Air dinamai oleh Chandra Lie, Lo Kui Nam.

 

 

Nam Air didirikan pada tahun 2013 dan menjadi maskapai penerbangan pertama di Indonesia dan satu-satunya yang memungkinkan wanita untuk mengenakan jilbab.

 

 

Nam Air adalah penerbangan pertama yang memperbolehkan pramugrarinya mengenakan jilbab di semua penerbangan reguler.

 

 

Kebijakan ini kemudian diikuti oleh Sriwijaya Air pada November 2015.

 

 

Kebijakan ini diberakukan oleh mereka untuk maskapai penerbangan grub Sriwijaya Air bahkan dalam pelayanan penerbangan di Asia Tenggara bersama Royal Brunei Airlines.

 

 

Umumnya, maskapai penerbangan di Indonesia hanya mengijinkan pramugari wanita untuk menggunakan jilbab dalam misi penerbangan haji atau umroh.

 

 

Selain itu, jika penerbangan menuju timur tengah khususnya ke Arab Saudi.

 

baca juga

Nutella , Brand Italiano In Indonesiano

30 Universitas Bisnis Terbaik di Indonesia

Teknologi OSIM Menembus Batas

Disneyland , Berawal Dari Impian

 

 

Nam Air Dilarang Beroperasi di Eropa

 

Sebelumnya, NAM Air sempat dilarang untuk beroperasi di wilayah udara Eropa.

 

 

Nam Air dilarang karena tidak memenuhi standar keselamatan terbang ke Bandara di Kawasan Uni Eropa, makanya dilarang.

 

 

Standar keselamatan diperlukan dengan lebih baik untuk bisa ke penerbangan Eropa.

 

 

Daftar hitam itu kemudian bisa dihapuskan tahun lalu, pada 14 Juli 2018.

 

 

Oleh karena itu, untuk mengawali karir baru Nam Air di dunia penerbangan dunia, Nam Air menambah layanan terbang di dalam negeri.

 

 

Tambahan layanan ini tidak hanya berdasarkan rutenya saja melainkan juga frekuensi terbang yang diperbanyak untuk meningkatkan antusiasme warga memilih maskapai penerbangan.

 

 

Moda transportasi ini juga diantisipasi agar bisa menjadi layanan terbaik di musim lebaran.

 

 

Tidak lama lagi, musim mudik tahun 2019 akan segera tiba dan orang-orang pasti akan membutuhkan alternatif transportasi untuk bisa kembali ke kampung halamannya.

 

 

Melihat peluang emas ini, Nam Air juga tidak mau ketinggalan, maka frekuensi penerbangan pun ditambahkan.

 

 

Demikian pemaparan tentang brand Nam Air yang mengalami jatuh bangun dalam memberikan pelayanan

transportasi di Indonesia.

 

 

Tahun ini, anda sudah bisa terbang ke Kalimantan dengan mudah dengan adanya rute baru dari Nam Air.

 

You May Also Like