Kenzo merupakan brand busana siap pakai dari negeri Sakura.

Modenya dinilai kerap kali melanggar tren yang sedang ada.

Pendiri perusahaan busana ini adalah Kenzo Takada.

Pria berkebangsaan Jepang yang lahir pada tahun 1940-an.

Sejak kecil ia memiliki minat dibidang fashion.

Bahkan ia pernah menentang kemauan orang tuanya.

Dengan mengikuti program busana di Bunka Fashion College, Tokyo.

Kenzo adalah lelaki pertama yang diterima sekolah mode tersebut.

Ia juga pernah menjadi satu-satunya super model Asia Internasional.

Awal Perjalanan Karir Kenzo

Ia mulai menapaki karirnya di awal tahun 1960-an.

Ia mempelajari fenomena budaya yang pertama kali di Inggris dan AS

Yang mana selanjutnya menyebar ke berbagai belahan dunia.

Awal tahun 1960-an sering terjadi ketegangan sosial.

Muncul juga berbagai isu seksualitas manusia dan hak perempuan.

Banyak juga orang melakukan eksperimen narkoba.

Era ini sangat terbuka mengenai kreativitas, gaya hidup, dan eksperimen.

Disebut sebagai bohemian modern demi mengekspresikan perasaan.

Terutama masyarakat kelas menengah yang merasa terasing.

Disaat inilah imajinasi Kenzo Takada mulai berkembang.

Pertama kali ia membuat garmen karena tidak memiliki sarana membeli rim.

Sebab harganya sangat mahal.

Oleh karena itu ia terpaksa membeli di pasar loak.

Kemudian baru dipadukan satu per satu.

Campuran dari mesin cetak ini terlihat sangat berani.

Sampai sukses menjadi estetika yang bermerek.

Hal ini menjadikan namanya sangat terkenal sampai tahun 1970-an

Pengakuan dari Vogue

Vogue pernah membuat pernyataan pada tahun 1970-an.

Kenzo akan menjadi busana papan atas dengan mode yang unik.

Dapat dilihat pada saat itu ada desain gaun kemeja.

Yang berukuran lebih besar dan bermotif dungare.

Butik pertama Kenzo terletak di Paris.

Pada saat itu bernama Jungle Jap.

Sejak awal sudah bisa menarik perhatian kritikus mode.

Namun, yang lebih penting adalah upaya yang menunjukkan hasil.

Track Record Kenzo

Kenzo dapat membuat bisnis busananya menjadi sangat sukses.

Pertama kali ia memenangkan desain baju saat berusia 21 tahun.

Saat itu berhasil membawa pulang penghargaan Soen tahun 1960.

Dan ia memperoleh kesempatan bekerja pada department store Tokyo.

Saat itu ia menjadi perancang busana khusus wanita.

Menghasilkan lebih dari 40 gaya busana baru tiap bulannya.

Ia juga pernah menerima apresiasi dari Fashion Editors Club of Japan.

Kala itu tahun 1972.

Kemudian menyabet penghargaan dari sebuah museum pada tahun 1976.

Yakni Bath Museum of Costume Dress of the Year.

Terakhir kali ia memenangkan pengahargaan dari Paris.

Tepat pada tahu 1984 yakni Chevalier de l’Ordre des Arts et des Lettres.

Merk Kenzo

Bagi Kenzo merek berarti semangat anti-couture.

Sedangkan koleksi mode harus bersemangat melambangkan konsep.

Perpaduan dua budaya yakni Barat bertemu Timur.

Diprakarsai dengan menggabungkan cetakan dan getaran etnis.

Ditambah lagi dengan budaya Jepang yakni bunga.

Untuk tekstur pakaian juga memadukan Jepang alami dan budaya Paris.

Dimata konsumen konsep ini sangat sempurna.

Para wanita modern dan muda d menyukai ide yang eksotis dan berkelas.

Umumnya mereka yang lebih memahami budaya.

Serta tidak ingin selalu terjebak dalam mode Paris klasik.

Mode Kenzo memberi kesempatan pengunjung untuk menjelajahi langsung.

Butiknya terasa lebih nyaman dari rumah sendiri.

Pengunduran Diri Kenzo

Pada tahun 1999 Kenzo menyatakan pengunduran diri.

Ia meninggalkan tanggung jawab kepada asistennya.

Atas rumah mode yang telah dibangunny selama beberapa tahun.

Saat itu LVMH merupakan pemilik resmi grup busana yang menaungi Kenzo.

Mereka kemudian membeli label ini pada tahun 1993.

LVMH telah dikelola oleh beberapa direktur kreatif.

Serta telah melaksanakan peresmian pembkaan sebagai merek Ameriak Serikat.

Peristiwa ini terjadi di bulan Juli 2011.

Setelah peresmian tersebut asisten Kenzo tahu apa yang diminta pembeli.

Bagaimana memuaskan kebutuhan mereka.

Hal ini menjadi inspirasi peluncuran Kenzo Tiger Sweatshirt.

Pada tahun 2012 merek Kenzo telah menciptakan 2.000 potong pakaian.

Semuanya ludes terjual dalam waktu dua hari.

Sedangkan di gerai Kenzo, New York ludes dalam. tiga jam.

Hal ini juga berkat pengaruh dari Facebook.

Yang mana banyak orang membicarakannya di Facebook.

Label Ikonik Kenzo

Kenzo sangat ikonografi bagi sebuah model baru.

Busana yang dihasilkan dapat menarik bagi pasar baru.

Seperti golongan anak muda dan eksekutif muda.

Saat itu muncul ide baru untuk merancang kaus.

Awalnya direktu dan perancang tidak ingin mengambil resiko.

Sebab, merek ini belum pernah mengeluarkan seri kaus.

Meskipun eksistensina di dunia mode menginjak usia 40 tahun.

Selain itu strategi bisnis pasar juga diperbaharui.

Permasalahannya adalah harus merombak ide daro direktur kreatif.

Manajemen perusahaan baru tersebut harus belajar beradaptasi.

Terutama pada zaman modern agar perusahaan tetap berjalan.

Sehingga profit tetap stabil dan mutakhir.

Perusahaan juga selalu berusaha menarik pelanggan baru.

Perusahaan akhirnya memutuskan untu menggabungkan dua desainer profesional.

Untuk mendesain busana kaum muda.

Ini menjadi bentuk pemecahan masalah paling cerdas.

Humberto Leon mengatakan Kenzo adalah merek yang memiliki sejarah.

Selain itu kaya budaya dan sangat menakjubkan.

Koleksi baru Kenzo selalu laku dipasaran.

Desainer lebih mengutamakan semangat awet muda saat merancang.

Selain itu, juga melestarikan dan menghormati tradisi rumah Kenzo.

Setiap peluncuran busana Kenzo selalu bernuansa keduniawian.

Menunjukkan perjalanan merek ini menjadi lebih hakiki.

Kini rumah mode Kenzo juga memperluas usahanya pada parfum.

Perusahaan mempersiapkan parfum berkualitas internasional.

Untuk pria maupun wanita dengan aroma menggoda dan berbeda.

Sang pendiri Kenzo meskipun telah tiada tetapi menjadi pusat kekuatan.

Perusahaan tetap konsisten mempertahankan konsep asli Takada.

Dalam hal ini Lim dan Leon secara pribadi mengawasi aspek peragaan busana.

Ide busana yang diciptakan sangat homogen.

Dimana merepresentasikan merek Kenzo dengan sentuhan Paris.

Serta menciptakan suatu strategi pemasaran agar memiliki banyak pembeli.

“Ini tidak sering terjadi,” Leon tersenyum. “Saya pikir itu hal yang baik, Anda harus mendengar apa yang harus kami katakan tanpa yang lain. Seharusnya membuatnya lebih menarik. “

Kenzo berhasil menjadi mode ambassador setiap peragaan busana.

Terutama yang dilakukan di New York pada awal tahun 2000-an.

Meskipun ada desain baju yang dikeluarkan sederhana.

Tetapi selalu laris terjual diseluruh penjuru dunia.

Kenzo selalu membawa kembali sentuhan modern dan aspek budaya.

Inilah yang menjadi penarik utama kesuksesan merek Kenzo.

Seluruh dunia mengakui dan mengenal brand yang bermarkas di New York.

Kacamata perusahaan ini sangat unik untuk menciptakan tren baru.

Dirancang oleh desainer berpengalaman dan berpikiran maju.

Dari sinilah Kenzo selalu berkembang dan tetap menjadi favorit.

Setelah berdiri selama puluhan tahun telah melakukan banyak kolaborasi.

Serta banyak momen perkembangan perusahaan yang terekam.

Termasuk juga butik-butik Kenzo baru di kota besar dunia.

baca juga

uniqlo

50-club-golf-di-indonesia

amancio-ortega-zara-fashion

strategi-bisnis-miniso

Seperti London, Los Angeles, dan Tokyo.

Ditangan Leon dan Lim membuat brand ini kian terkenal dan mendunia.

Kenzo menduduki busana mewah favorit di tahun 2011.

Saat itu Leon dan Lim tengah menduduki posisi Direktur Kreatif LVMH, Kenzo.

You May Also Like