Bagi para penggila fashion dan gaya hidup, pastilah mengenal brand Zara. Brand fashion asal Spanyol ini menjadi incaran kaum menengah ke atas. Tapi pernahkah para fashion fetish ini mengetahui siapa sosok dibalik Zara ini?

Total Kekayaan Amancio Ortega Mencapai US$71,3 juta atau sekitar Rp926,9 miliar

Adalah Amancio Ortega Gaona, pemilik sekaligus pendiri Zara yang seharusnya dibaca Thada ini. Pria berusia 81 tahun ini pun menduduki peringkat 4 sebagai orang terkaya di dunia tahun 2017 versi majalah Forbes dengan kekayaan mencapai US$71,3 juta atau sekitar Rp926,9 miliar.

Lahir di Busdongo de Arbas, Spanyol – sebuah dusun dengan populasi 60 orang dalam pergolakan perang saudara tahun 1936. Amancio Ortega  berasal dari keluarga miskin.

Ia adalah anak termuda dari empat bersaudara, dibesarkan di Leon, Spanyol namun terpaksa pindah ke La Coruna, Spanyol pada usia 14 karena ayahnya adalah pekerja kereta api. Sementara ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Di La Carouna, ia mendiami rumah petak yang berbatasan dengan rel kereta api yang sampai sekarang masih digunakan sebagai tempat tinggal para pekerja rel kereta api.

Dia putus sekolah di usia 14 dan mulai bekerja sebagai pelayan untuk pembuat baju lokal bernama Gala yang saat ini masih berdiri di tempat yang sama di pusat kota La Coruña. Selama bekerja ia mempelajari cara membuat kemeja, membuat pakaian dengan tangan.

 

Expansi Bisnis  Amancio Ortega : Zara Dengan Confecciones Goa

Amancio Ortega  lalu mendirikan Confecciones Goa (kebalikan dari inisialnya) yang menjual jubah mandi tenun yang diproduksi ribuan wanita setempat yang tergabung dalam beberapa koperasi jahit pada tahun 1972. Hingga akhirnya pada tahun 1975,

ia membangun pabrik dan toko Zara pertamanya bersama dengan mantan istrinya Rosalia Mera. Pada tahun 1985, Ortega membentuk grup Inditex (Industrias de Diseño Textil Sociedad Anónima) sebagai perusahaan induk untuk Zara.

Toko andalan perusahaan tersebut adalah Zara, namun juga memiliki brand Zara Home, Massimo Dutti, Bershka, Oysho, Pull and Bear, Stradivarius Kiddy’s Class, Tempe dan Uterqüe.

Saat ini, Ortega telah melebarkan sayap di 7.200 toko di 93 negara di seluruh dunia. Jumlah karyawannya pun sudah mencapai lebih dari 92.000 orang pekerja. Inditex memiliki penawaran saham umum perdana (initial public offering/IPO) pada tahun 2001, di Bolsa de Madrid.

Dalam IPO tersebut, Inditex menjual 26 persen sahamnya kepada investor publik senilai US$8 miliar pada saat itu. Di tahun yang sama, perusahaan tersebut meluncurkan pakaian dalam dan pakaian wanita Oysho.

Dua tahun berikutnya, Inditex meluncurkan merek Zara Home, yang menawarkan seperai, sendok garpu, gelas dan aksesoris hiasan rumah lainnya.

 

 

Resep Sukses Sang Ortega

Resep kesuksesan Amancio Ortega  mendirikan Inditex yaitu membangun kerajaannya pada dua aturan dasar: memberikan keinginan pelanggan dan berikan lebih cepat daripada orang lain.

Dan prinsip ini yang diterapkan pada operasional perusahaan, sehingga mereka mampu terus restocking produk dengan kecepatan tinggi. Semua karyawannya bekerja dengan sangat cepat dan efisien. Ibaratnya, di dalam pabrik Inditex tampak seperti dunia sci-fi berkolaborasi dengan bagian ritel kuno.

Meskipun bergelimang kesuksesan, namun Ortega sangat menutup diri dan bersikap sederhana. Bukti kesederhanaannya adalah ia mengunjungi kedai kopi yang sama setiap hari dan makan siang bersama karyawannya hanya di kantin kantor.

Ia pun cuma memakai seragam biasa berupa blazer biru, baju putih, dan celana abu-abu yang semuanya bukan produk Zara. Tahun 2011, Ortega menyatakan mundur dari Inditex dan digantikan oleh wakil presiden dan CEO Inditex Pablo Isla.

Agresif di Dunia Properti

Ortega tak hanya dikenal sebagai bos fashion saja. Ia juga gesit membangun kerajaan properti melalui Pontegadea Inmobiliaria, salah satu perusahaan properti terbesar di Spanyol, dan perusahaan induknya Pontegadea Inversiones.

Pembelian real estat besar pertama Ortega adalah Torre Picasso, sebuah gedung perkantoran di Madrid, yang dibeli pada tahun 2011.

Ia juga rajin membeli properti termasuk blok kantor di Mayfair London; Oxford Street; dan Gedung E.V. Haughwout di SoHo, New York.

Ortega juga tidak hanya menyewakan properti komersialnya ke toko Inditex seperti Zara dan label kelas atas Massimo Dutti dengan harga pasar, tetapi juga untuk rival seperti H & M dari Swedia dan Gap dari Amerika.

Di Madrid, ia memiliki No 32 di gerai belanja utama ibukota Spanyol Gran Via. Bangunan Art Deco, yang dibangun sebagai salah satu department store skala besar pertama di kota ini pada tahun 1920an, sekarang menjadi rumah toko terbesar di Spanyol untuk saingan utama Primark.

Pada bulan Februari 2016, Ortega melakukan ekspansi pertamanya ke Asia dengan membeli sebuah plaza 22 lantai di Myeongdong, kawasan perbelanjaan trendi Seoul.

 

5 Pelajaran Bisnis Amancio Ortega

Ada lima pelajaran berharga dari seorang Amancio Ortega Gaona untuk Anda yang ingin belajar berkecimpung di dunia fashion dan menyusul kesuksesannya, seperti dikutip dari CNBC.

#1 Kecepatan adalah segalanya

Saat mendirikan Zara tahun 1975, ia dikenal memiliki jadwal agresif yang dimaksudkan untuk mendapatkan pakaian baru di rak lebih cepat daripada yang dipasarkan orang lain.

Dijuluki “mode cepat,” strategi Ortega adalah untuk menyegarkan kembali persediaan di toko Zara dua kali seminggu dan menerima pesanan dalam waktu 48 jam, menurut laporan CNBC. Kecepatan ini menjadi ciri khas bisnis Ortega dan menjadi titik berat bagi para kompetitornya.

#2 Obsesi atas apa yang diinginkan pelanggan Anda

“Pelanggan selalu mendorong model bisnis,” Ortega menulis dalam laporan tahunan Inditex di tahun 2009. Dia secara konsisten memegang teguh semboyan itu.

Dalam laporan tahunan 2010, yang terakhir sebelum Ortega turun dari jabatannya sebagai ketua, dia menulis, “Pelanggan harus terus menjadi pusat perhatian utama kami, baik dalam penciptaan koleksi busana dan desain toko kami, sistem logistik dan aktivitas lainnya.” Dia tidak mendasarkan inventarisnya pada peragaan busana, seperti dilaporkan Fortune pada tahun 2013. Ia justru melacak blogger dan mendengarkan pelanggan.

#3 Kontrol rantai pasokan

Sementara perusahaan fashion lainnya memiliki pakaian mereka di China karena biaya tenaga kerja yang murah, Inditex mendapatkan sebagian besar produknya dari Spanyol, Portugal dan Maroko, seperti dilaporkan The Economist tahun 2012.

Desain Ortega dipotong dari bahan yang telah selesai dan kemudian dijahit oleh jaringan toko-toko lokal. Rantai pasokan yang dipersingkat ini memungkinkan perusahaan bereaksi cepat terhadap tren baru. Dengan cara itu, menyimpan persediaan barang yang benar-benar dibeli oleh pelanggan dan tidak ditinggalkan dengan persediaan yang tidak diinginkan.

#4 Tetap setia pada akarnya

Kehidupan Ortega adalah kisah rags-to-riches yang sesungguhnya. Dengan segala latar belakangnya yang dibesarkan dalam kemiskinan, namun Ortega tetap setia pada permulaannya yang sederhana. Dia tidak pernah memiliki kantor, menurut The Telegraph.

Dia duduk di sebuah meja di markas Inditex di kota asalnya La Coruña, berbicara dengan perancang pabrik, pakar kain dan pembeli. Bahkan pada usia 80 tahun, Ortega sering pergi ke kantor. Dia tidak pernah berhenti bekerja dan mendengar ide baru.

#5 Jangan pernah berhenti berinovasi

Hal terburuk yang bisa dilakukan adalah menjadi puas diri, Ortega mengatakan kepada sekelompok profesor bisnis di tahun 2007. “Ketidakpuasan adalah yang terburuk,” katanya kepada para profesor.

“Saya tidak pernah membiarkan diri saya puas dengan apa yang telah saya lakukan, dan saya selalu mencoba menanamkan ini pada semua orang di sekitar saya. Tumbuh atau mati,” katanya dalam bahasa Spanyol. “Jika Anda ingin berinovasi, jangan fokus pada hasilnya.”

 

baca juga

Jeff Bezos Bos Amazon

500 Kisah Pengusaha Sukses

9 Fakta Tentang Amancio Ortega

  1. Ia adalah pemilik klub sepak bola Spanyol Deportivo La Coruna.
  2. Bersama istrinya tinggal di sebuah gedung apartemen yang tersembunyi di La Coruña, Spanyol, dekat dengan pelabuhan utama Samudra Atlantik.
  3. Di waktu senggangnya, Ortega dikenal menikmati menunggang kuda dan memiliki pusat berkuda di Finisterre di Galicia, Spanyol.
  4. Pada akhir pekan, Ortega dilaporkan memelihara kambing dan ayam di rumahnya di provinsi Galicia, Spanyol.
  5. Dia juga membeli salah satu gedung pencakar langit tertinggi di Spanyol, Torre Picasso di Madrid. Bangunan itu berdiri di ketinggian 515 kaki dan menelan biaya US$536 juta.
  6. Dia juga membeli Epic Residences and Hotel di Miami, yang dianggap sebagai salah satu hotel mewah terbaik di AS.
  7. Ortega mengendarai sedan mewah Audi A8 yang konon lebih tentang kenyamanan daripada kemewahan.
  8. Dia juga memiliki The Global Express BD-700, sebuah jet pribadi yang dirancang oleh Bombardier, salah satu produsen jet mewah terkemuka. Pesawat itu seharga US$45 juta.
  9. Ortega jarang berlibur. Dia bilang dia sangat suka bekerja sehingga enggan berlibur untuk beristirahat.
You May Also Like