Advan Percaya Diri Bersaing dengan Produk Asing

Penjualan produk elektronik di Indonesia selalu dikuasai asing, termasuk produk smartphone, notebook, laptop, personal computer dan lain sebagainya. Advan hadir pada tahun 2007 sebagai salah satu produk lokal yang muncul di antara banyaknya brand impor. Bagaimana produk lokal bersaing dengan brand raksasa asing, Advan memiliki strategi tersendiri.

Industri komputer dan gadget berlomba-lomba dalam hal kecanggihan teknologi. Tanpa mengesampingkan hal tersebut, Advan menawarkan hal lain yang tak diberikan brand asing, yakni harga yang murah. Advan mematok harga yang jauh di bawah pasaran brand asing hingga semua kalangan dapat memiliki gadget ataupun produk teknologi komputer yang murah namun tetap update.

Di antara sederet brand asing, Advan pun berhasil menjadi top brand yang laris manis. Sebagaimana dikabarkan laman viva.co.id, Survei International Data Corporation (IDC) pernah merilis data bahwa Advan menempati ranking keempat pangsa pasar Indonesia tahun 2016 lalu. Tiga peringkat di atasnya diduduki brand asing yakni Samsung, Oppo dan Asus.

Atas prestasi tersebut, Direktur Marketing Advan, Tjandra Lianto tentu sangat mengapresiasi.  Pihaknya mengaku perusahaan tak pernah menaikkan target volume penjualan produk. Layanan kepada pelanggan, kata Lianto, lebih diutamakan dibanding menaikkan jumlah pembeli. “Kita tidak menaikkan target, hanya memperkuat layanan kepada customer. Ini sudah kita lakukan selama tiga tahun,” ujarya dikutip dari Viva.

Meski demikian, angka penjualan Advan tidaklah sedikit. Selama kuartal pertama tahun 2017 ini misalnya. Advan berhasil menjual sebanyak 750 ribu unit untuk produk ponsel saja. Baru-baru ini, Advan pun baru saja merilis produk baru untuk smartphone, yakni Advan G1 Pro. Dengannya Advan mengharapkan adanya peningkatan pembelian hingga 8 juta unit di akhir tahun 2017.

Adapun secara layanan, Advan mengunggulkan produknya sebagai yang termurah namun tak murahan. Bahkan jika hanya memiliki budget satu jutaan, pembeli dapat membeli Advan dengan fitur yang baik. Meski sejatinya, harga tetaplah sesuai dengan kelengkapan fitur gadget.

“Kita tetap masuk akal. Tidak mungkin harga Rp 2 juta tapi mau fitur yang harganya Rp 5 juta. Saat ini, pangsa pasar Advan masih stabil karena orang banyak mencari tablet untuk anak mereka, untuk bermain game, belajar, jadi pangsa pasarnya masih banyak,” kata Tjandra Lianto kepada Viva.

 

 

Kuasai 35 Persen Pasar

Meski secara kasa mata banyak orang yang tak  melirik produk lokal dalam hal gadget, namun kenyataannya, Advan mampu menguasai 35 persen pasar gadget, terutama tablet di Indonesia. Masih dikabarkan Viva, tablet Advan mengambil bagian penjualan 35 persen penjualan tablet tanah air. Sebesar 25 persen di antaranya dibeli oleh warga Jabodetabek.

Selain Jakarta dan kota-kota satelit, tablet Advan pula diminati di beberapa wilayah lain terutama pulau Jawa. Secara persentase, penjualan tablet Advan mencapai 22 persesn di Jawa Timur, 20 persen di Jawa Barat, 15 persen di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sisanya yakni 18 persen laris di luar Pulau Jawa.

Gadget jenis tablet sangat diminati di negeri ini. Menurut NPD Display Search, penjualan tablet akan terus meningkat di tahun berikutnya. Untuk tahun 2017, NPD memprediksi, penjualan tablet akan mencapai 416 juta unit. Jika Advan mengambil 35 persen penjualan, maka perusahaan lokal tersebut mampu menjual sebanyak 145 juta unit.

 

 

Teknologi EyePro

Keberhasilan Advan meguasai 35 persen pasar tablet diklaim sebagai buah dari kecanggihan teknologi. EyePro disebut-sebut sebagai keunggulan Advan hingga mampu menguasai pasar tablet. Hal ini disampaikan oleh Direktur Marketing Advan Digital Tjandra Lianto.

Menurutnya, primadona tablet Advan yakni seri Vandroid i7. Tablet seri tersebut dilengkapi teknologi EyePro, sebuah fitur yang mampu melindungi mata pengguna dari radiasi Blue Light atau sinar biru yang selalu dipancarkan produk teknologi komputer.

“Ini buah dari konsistensi. Inovasi teknologi menjadi keharusan agar produk kami bisa bersaing dan menjadi pilihan utama konsumen. Salah satu Tablet Advan yang menjadi primadona di tahun 2016 adalah Advan Vandroid i7. Tablet ini memiliki teknologi unggulan yakni EyePRO pada layar,” ujar Tjandra kepada viva.co.id.

Teknologi EyePro, lanjut Tjandra, merupakan sebuah lapisan yang dibuat dari Nano Optical Film. Lapisan tersebut mampu menyangkal pancaran Blue Light hingga 40 persen. Sebagaimana diketahui, Blue Light menjadi momok masyarakat pengguna gadget karena ditakuti dapat menyebabkan efek penyakit yang berbahaya seperti kanker.

 

 

Kembangkan Software

Inovasi Advan tak berhenti dalam aspek hardware. Brand yang diusung PT Indocomtech tersebut juga memproduksi software yang dibuat khusus untuk produk Advan. “Kami tak hanya mengembangkan hardware saja tapi juga software. Di sini kecil yang bermain software,” ujar Tjandra kepada Viva.

Baru-baru ini, Advan mengenalkan sistem operasi yang dibuat asli oleh anak negeri dengan nama IDOS. Sistem operasi Indonesia terbaru mereka yakni versi IDOS 6.1.2. Ada empat kelebihan yang ditawarkan sistem operasi tersebut, yakni power saving, security, smart management dan unique feature.

Hanya saja, IDOS masih berbasis Android, atau lebih tepatnya Android versi Marshmallow. Kendati demikian, IDOS disebut-sebut memiliki kelebihan dibanding Android pada umumnya, yakni dalam hal sentuhan dan kesesuaiannya dengan pengguna Indonesia. Advan pun menjamin smartphone yang dilengkapi IDOS bekerja lebih fungsional dibanding smartphone lain.

Menurut Tjandra, IDOS dikembangkan sejak tiga tahun lalu oleh tim Advan Jakarta dan Semarang. Saat ini, tim tersebut tengah menyiapkan IDOS7 yang dilengkapi dengan fitur yang lebih banyak dan fungsional. Salah satunya yakni fungsi deteksi lokasi yang canggih sehingga pengguna dapat melacak informasi hanya dengan menggunakan nomor ponsel saja. Kedepan, IDOS dirancang agar mampu berada di level yang sama dengan asisten pribadi pengguna.

“Kalau asisten yang lain seperti Cortana atau Siri kan sering salah juga ya. Terus jarang dipakai lagi, belum lagi dialeknya juga harus khusus. Jadi buat apa fitur yang enggak kerja, nanti disangka produk kita dianggap salah. Jadi ini (IDOS) lebih melengkapi saja daripada Android. Dengan IDOS ini, kami mengembangkan berbagai fitur canggih untuk meningkatkan pengalaman pengguna,” tutur Tjandra dilansir laman Viva.

 

 

Melakukan Riset

Satu hal lain yang membuat Advan percaya diri bersaing dengan produk asing yakni adanya riset yang mereka lakukan. Advan melakukan riset langsung kepada masyarakat Indonesia guna menjadi dasar pembuatan produk. Alhasil, produk Advan diunggulkan sebagai produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat tanah air.

Dikabarkan Viva, riset yang dilakukan Advan melibatkan banyak pihak. Diantaranya yakni dengan menggandeng pakar telekomunikasi yang juga mantan CEO XL Axiata, Hasnul Suhaimi, serta menggunakan jasa perusahaan spesialis riset, Mars Research Specialist. Riset yang mempelajari smartphone kebutuhan konsumen Indonesia tersebut dilakukan pada pertengahan tahun 2016 kemarin.

Riset dihelat dengan melibatkan lebih dari 500 koresponden pria dan wanita berusia 18 hingga 35 tahun dengan pembangian status ekonomi dan sosial yang beragam. Aspek yang ditanyakan pun mengenai segala hal terkait penggunaan smartphone, baik kualitas dan resolusi kamera, ketahanan batrei, kapasitas memori, ukuran layar, konduktivitas hingga harga.

“Ini yang bisa membuat Advan menjadi besar dan beda dengan brand nasional lainnya. Dengan keterlibatan konsumen dalam proses pembuatan produk, Advan sudah selangkah lebih maju dibanding dengan brand lainnya. Produk tersebut diharapkan akan digemari karena pembuatannya benar-benar melibatkan keinginan konsumen Tanah Air,” ujar Brand Director Advan, Andy Gusena.

 

 

Baca juga

1000.001 Ide Bisnis UKM Dengan Modal Mulai 100 Ribu

Panduan Bisnis Online Terlengkap

Panduan Lengkap Pecinta Kopi

Investor Bisnis Untuk Kelancaran Usaha Anda

350 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar

Panduan Sukses Bisnis Franchise

123 Cara Meningkatkan Omzet Penjualan

Perjalanan 185 Brand Nasional Dan Internasional

50 Daftar Lengkap Virtual Office Di Indonesia

50 Daftar Jasa Kontraktor Indonesia

50 Usaha Rumahan di Indonesia

500 Kisah Pengusaha Sukses

Kenali Daftar 99 Fintech Indonesia

 

 

Segala strategi tersebut membuktikan bahwa Advan sebagai produk lokal pun mampu bersaing dan tak ketinggalan dengan produk asing. Produk lokal justru memiliki keunggulan karena memahami betul pasar dalam negeri. Terbukti, Advan turut andil dalam menyebarluaskan produk teknologi komputer, terutama gadget, di semua kalangan masyarakat Indonesia.

You cannot copy content of this page